Tanah Milik NU di Situbondo Diserobot Warga, Pengurus dan LPBH NU Berang

Sejumlah pengurus dan pengacara yang tergabung Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama' (LPBH NU) Kabupaten Situbondo,

Tanah Milik NU di Situbondo Diserobot Warga, Pengurus dan LPBH NU Berang
izihartono/surya
Pengurus dan LPBH NU saat di lokasi lahan milik NU Situbondo. 

TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Sejumlah pengurus dan pengacara yang tergabung Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama' (LPBH NU) Kabupaten Situbondo, mendatangi lahan pertanian milik NU Situbondo di Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Rabu (5/12/2018).

Kedatangan para pengurus dan LPBH NU itu, tidak lain mereka untuk mempertahankan aset tanah pengurus NU Situbondo yang dicaplok dan dibajak oleh warga yang mengkalim tanahnya tersebut.

Humas LPBH NU Situbondo, Fathol Bari SH, MH mengataka, lahan seluas 5300 M3 yang berlokasi di Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan itu, merupakan dari hasil membeli dari dua orang yakni saudara AG dan IN pada Tahun 1998 silam dan sudah terbit SHM dan Akta Jual Beli (AJB) yang saat ini dalam proses penerbitan SHM di kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Situbondo.

Namun, kata Fathul Bari, entah kenapa tiba-tiba ada warga yang berinisial HL warga Desa Pokaan, Kecamatan Kapongan, mengaku lahan tersebut miliknya dan langsung melakukan pembajakan.

Sebut Vigit Waluyo Terlibat Pengaturan Skor, Bambang Suryo Ngaku Dapat Teror Telefon

"Lahan ini sudah dimiliki lembaga NU selama 20 Tahun dan sudah bersertifikat, bahkan sebagian sudah ada bangunannya. Kok malah dibajak oleh orang. Ini kita rebut kembali sekarang. Harusnya kalau itu miliknya ya digugat melalui jalur hukum dan tetap akan kita hadapi," kata pengacara asal Kecamatan Jangkar kepada wartawan di lokasi.

Sementara itu, Kepala Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, Sucipto mengatakan, tanah itu bukan hanya lahan milik lembaga NU saja yang diserobot.

Melainkan lahan milik orang lain seperti Hj Hosna yang sudah bersertifikat juga dikuasai dengan cara mengerahkan preman dengan modus menakut nakuti.

" Bukan hanya milik NU yang diserobot. Milik orang lain yang sudah bersertifikat juga dikuasai dan sudah dilaporkan ke Mapolres Situbondo yang sekarang masih prose di unit Pidter. Oknum premannya itu mengatakan bahwa tidak takut sama polisi, NU dan kiai," kata Sucipto.

Saat Prabowo Subianto Marah ke Wartawan dan Media: Untuk Apa Wawancara Saya?

Kapolsek Kapongan, Iptu Pramana mengatakan, untuk menjaga konsifitas di wilayahnya, pihaknya telah melakukan pendekatan terhadap pihak lawan yang rencananya juga akan menurunkan massa.

" Tadi malam sudah kita lakukan pendekatan secara persuasif kepada pihak lawan agar tidak menurunkan massa ke lokasi. Tujuannya agar tidak terjadi hal hal yang tidak kita inginkan bersama dan Alhamdulillah situasinya berjalan kondusif,"kata mantan Kapolsek Jangkar. (izi hartono/TribunJatim.com)

Penulis: Izi Hartono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved