Banyak Ditemukan Izin PIRT Mamin Habis di Kota Blitar

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Blitar meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar lebih meningkatkan pengawasan peredaran makanan dan min

Banyak Ditemukan Izin PIRT Mamin Habis di Kota Blitar
Surya/samsul hadi
Petugas mengecek makanan dan minuman di toko modern saat menggelar razia mamin di Kota Blitar, Kamis (6/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Blitar meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar lebih meningkatkan pengawasan peredaran makanan dan minuman di sejumlah toko modern.

Sebab, masih banyak ditemukan makanan dan minuman yang izin edarnya habis dan tidak diperpanjang di sejumlah toko.

Hal itu diungkapkan Ketua YLKI Blitar, Dadik Wahyudi, usai mengikuti sidak makanan dan minuman (mamin) yang digelar Tim Koordinasi Pembinaan Pengawasan Makanan dan Obat (TKP2MO) Kota Blitar, Kamis (5/12/2018).

Dari sejumlah toko yang didatangi, petugas paling banyak menemukan izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) makanan dan minuman yang sudah habis.

Nagita Slavina & Raffi Ahmad Teratas, Ini Daftar Artis yang Memiliki Asisten Rumah Tangga Terbanyak

"Temuannya, banyak makanan dan minuman yang izin PIRT-nya habis dan tidak diperpanjang. Itu harus menjadi bahan evaluasi Dinkes," kata Dadik kepada TribunJatim.com.

Selain soal izin PIRT habis, kata Dadik, petugas juga menemukan beberapa makanan dan minuman yang kemasannya rusak. Petugas meminta pemilik toko untuk menarik peredaran makanan dan minuman yang kemasannya rusak.

"Kalau makanan dan minuman yang kedaluwarsa belum ditemukan," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Untuk itu, dia meminta Dinkes agar lebih meningkatkan pengawasan peredaran makanan dan minuman di Kota Blitar. Kegiatan razia makanan dan minuman ke sejumlah toko harus lebih rutin dilaksanakan.

4 Bulan Menikah, Mantan Artis Cilik Tasya Kamila Hamil, Intip Video Ekspresi Bahagia Sang Suami!

Minimal, tiap tiga bulan sekali, Dinkes harus turun ke lapangan untuk mengecek peredaran makanan dan minuman.

"Pembinaannya juga harus lebih diperketat. Para pemilik toko dan produsen yang diketahui melanggar harus ada sanksi biar ada efek jera," kata Dadik. (sha/TribunJatim.com)

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved