Hujan Deras, Langit-langit Ruang Penyakit Dalam di RSUD Ngudi Waluya Ambrol

Langit-langit plafon (asbes) yang ada di ruangan penyakit dalam (jantung dan paru-paru), RSUD Ngudi Waluya ambrol berserahkan ke lantai

Hujan Deras, Langit-langit Ruang Penyakit Dalam di RSUD Ngudi Waluya Ambrol
SURYA/IMAM TAUFIQ
Asbes ruang penyakit dalam (jantung dan paru) di RSUD Ngudi Waluya, Wlingi ambrol pada Rabu (5/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Karyawan dan para pasien di RSUD Ngudi Waluya, Wlingi, panik pada Rabu (5/12/2018).

Langit-langit plafon (asbes) yang ada di ruangan penyakit dalam (jantung dan paru-paru), ambrol hingga berserahkan ke lantai ruangan tersebut akibat hujan deras.

Beruntung tidak ada orang di dalam ruangan tersebut, namun kejadian yang tak terduga itu membuat gempar, terutama para pimpinan RS milik Pemkab Blitar tersebut.

Mereka heran, genteng yang ada di atas ruangan itu sebenarnya baru selesai dikerjakan lima hari lalu.

(Buat Berhubungan Intim, Bilik Asmara Lapas Sukamiskin Pernah Dipakai Inneke Koesherawati dan Suami)

(Kronologi Baim & Paula Hampir Kehilangan Mobil saat Bulan Madu di AS, Harus Bayar Denda Rp 9 Juta!)

Semula, gentengnya adalah multi roof dan saat ini diganti dengan spandek.

Entah salah konstruksi atau ada penyebab lain, diduga talang cornya tak mampu menampung air hujan.

Akibatnya, air di talang cor itu tumpah ke plafon (asbes). Karena terus diguyur tumpahan air dari talang, sehingga plafon itu tak kuat menahannya, hingga akhirnya ambrol.

"Kami kaget karena mendengar suara 'brok' dari kamar sebelah. Itu terjadi saat hujan deras. Nggak tahunya, plafon di kamar itu ambrol, sehingga airnya masuk ke beberapa ruangan." tutur salah seorang penunggu pasien yang enggan disebutkan namanya.

Bersamaan itu, banyak karyawan RS berdatangan ke ruangan itu, untuk mengantisipasi, agar peralatan medis yang ada di ruangan itu tak rusak.

"Meski hanya terjadi di ruangan itu (ruangan 8 dan 9 atau ruangan penyakit dalam), namun kejadian itu membuat takut pasien yang ada di ruangan lainnya. Mereka khawatir, kejadian itu merembet ke ruangan lainnya," paparnya.

(Waspada Curanmor Jelang Akhir Tahun, Pegawai Konter Handphone Kehilangan Motornya dalam 30 Menit)

(Rayakan HUT ke 19, Anggota Dharma Wanita Surabaya Unjuk Bakat dan Ketampilan)

Memang, hujan pada dua hari kemarin (Selasa dan Rabu (4 dan 5/12)), cukup deras. Mungkin saja, ada kesalahan konstruksi atap, sehingga membuat talang cor tak mampu menambungnya.

"Sebetulnya, genting (spandek) itu baru selesai direhab lima hari lalu. Namun, entah apa yang terjadi, kok tiba-tiba ada musibah seperti itu. Wong, selama ini ya aman-aman saja saat genting lama (multi roof)," kata Gondo Suparno, Plt Wadir Keuangan RSUD Ngudi Waluya, Kamis (6/12).

Area genteng ruangan yang direhab sekitar 10x16 meter, dan memakan biaya Rp 100 juta.

Anggarannya berasal dari dana PAS (pendapatan asli rumah sakit). Memang rencananya, tahun depan (2019), ada rehab perbaikan plafon, namun keburu ada kejadian seperti ini. "Untungnya, di ruangan itu (yang asbesnya ambrol) tak ada pasien," ungkapnya.

Reporter: Surya/Imam Taufiq

(Gandeng Netflix, XL Axiata Kembangkan XL Home di 5 Kota, Simak Deretan Keuntungan untuk Pelanggan!)

(Kronologi Baim & Paula Hampir Kehilangan Mobil saat Bulan Madu di AS, Harus Bayar Denda Rp 9 Juta!)

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved