Kabupaten Bojonegoro Deklarasikan Stop Buang Air Besar Sembarangan

Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro mendeklarasikan Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) atau Open Defecation Free.

Kabupaten Bojonegoro Deklarasikan Stop Buang Air Besar Sembarangan
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS)/Open Defecation Free (ODF). 

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro mendeklarasikan Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) atau Open Defecation Free (ODF) di ruang Angling Dharma, Rabu (5/12/2018).

Deklarasi pertama kali dilakukan November 2009, dan masih berlanjut hingga sekarang per Desember 2018.

Hingga kini, sudah 314 desa atau kelurahan dari 430 desa dan 8 kecamatan, yang sudah menerapkan ODF.

Pemkab Tuban Dapat Curhat Pedagang yang Terlilit Rentenir saat Beri Santunan di Pendopo

Hasil Laga Wolves Vs Chelsea, The Blues Alami Kekalahan Kedua pada Premier League

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Nanik Susmiati mengatakan, dari 8 kecamatan yang sudah ODF, antara lain Kecamatan Gayam, Dander, Ngambon, Bojonegoro, Baureno, Sumberejo, Padangan, dan Bubulan.

Dijelaskannya, Sumberejo merupakan kecamatan ODF di tahun 2018 dengan desa terbayak yaitu 11 desa, yang merupakan kecamatan ODF ke 6.

Kecamatan Padangan ada diperingkat ke 7 dan Bubulan peringkat ke 8.

Berawal Dari Pelatihan, Kelompok Sekar Rinambat Kini Mahir Memproduksi Batik Khas Bojonegoro

Hasil Manchester United Vs Arsenal, Diwarnai Gol Bunuh Diri, Skor Imbang 2-2 Akhiri Laga

"Kita ingin masyarakat Bojonegoro sadar akan gerakan ini, dan ikut merealisasikan. Jangan BAB sembarangan," ujar Nanik.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah menyatakan, program ini bagus untuk peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan harus dikembangkan.

Anna Muawanah mengatakan, perlu ketelatenan dan harus ada estimasi waktu, hingga Bojonegoro bisa bebas 100 persen ODF.

Banjir Bandang Terjang Tiga Desa di Bubulan Bojonegoro, Satu Jembatan Terputus

Puluhan Perwakilan Pusat Belajar Guru Kabupaten Gowa Lakukan Studi Banding ke Tuban

"IPM merupakan kebutuhan dasar bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Peningkatan IPM di bidang kesehatan salah satunya menjalankan pola hidup sehat," terang politikus PKB tersebut.

Dalam acara tersebut, hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, camat, Ketua TP PKK Kecamatan, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Bojonegoro, pengelola program kesehatan lingkungan Puskesmas, dan kepala desa yang desanya sudah ODF. (M Sudarsono)

Penulis: M Sudarsono
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved