Pemkab Jember Menolak Adanya Aktivitas Tambang Blok Silo

Bupati Jember Faida menegaskan siapapun tidak bisa melakukan aktivitas terkait pertambangan di Kecamatan Silo, Jember. Termasuk staf Dinas ESDM Prov

Pemkab Jember Menolak Adanya Aktivitas Tambang Blok Silo
sri wahyunik/surya
Tambang emas ilegal di Gunung Manggar Wuluhan Jember ditutup petugas 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Bupati Jember Faida menegaskan siapapun tidak bisa melakukan aktivitas terkait pertambangan di Kecamatan Silo, Jember. Termasuk staf Dinas ESDM Provinsi Jatim dan warga negara asing (WNA) yang berkunjung ke Desa Pace Kecamatan Silo, Rabu (5/12/2018) kemarin.

"Apa itu namanya survei, survei kecil-kecilan, atau meneliti terkait pertambangan di Silo tidak bisa. Karena sampai saat ini tidak ada aspek legal yang membolehkan kegiatan tersebut, karena belum lelang apapun terkait penambangan Silo. Jadi kedatangan tamu yang kemarin itu jalan-jalan biasa, kayak turis. Gak resmi ya jalan-jalan saja, karena tidak ada yang bisa dilakukan terkait tambang," tegas Bupati Faida kepada TribunJatim.com, Kamis (6/12/2018).

Sebab sampai saat ini tidak ada pelelangan untuk tahapan kegiatan penambangan di situ, baik tahapan eksplorasi apalagi ke eksploitasi. Faida juga menegaskan, masyarakat Silo secara tegas menolak penambangan itu.

Karenanya, Pemkab Jember juga menyuarakan keinginan masyarakat itu.

Tidak Izin Warga Silo Jember, Staf Dinas ESDM Jatim dan Tiga WNA Nyaris Jadi Korban Amuk Massa

"Yakni bersikap tegas menolak penambangan itu. Karena masyarakatnya tidak menginginkan, maka Pemkab Jember melalui Bupati dan Wakil Bupati juga secara tegas menolaknya," lanjut Faida kepada TribunJatim.com.

Dia mengakui lampiran 4 Keputusan Menteri ESDM yang menyebutkan Blok Silo termasuk dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan, dan wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus, belum dianulir.

Meski belum dianulir, dia menegaskan, proses penambangan tetap tidak bisa dilakukan karena prosesnya harus melibatkan Pemkab Jember jika ingin ditambang.

Sampai saat ini proses pelelangan yang membutuhkan sinergitas dan koordinasi dengan Pemkab Jember tidak pernah berlangsung. Di sisi lain, Pemkab Jember juga sudah menegaskan menolak izin pertambangan emas tersebut.

"Karenanya kami akan kembali meminta supaya lampiran 4 di Keputusan Menteri itu dianulir. Kami juga akan mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur merespon keinginan warga Silo. Komitmen Pak Menteri akan menganulir itu," kata Faida.

Latihan Bersama Persebaya, Untuk Pertama Kalinya Irfan Jaya Ajak Anak dan Istri

Lebih lanjut, Faida juga mengimbau kepada masyarakat Jember khususnya warga Kecamatan Silo untuk selalu menjaga kondusifitas. Dia meminta warga tidak anarkhis dalam menyampaikan suara dan aspirasinya.

"Kita tempuh jalur formal, jalur hukum, jangan main kekerasan dan main hakim sendiri. Jangan sampai ada korban yang nantinya malah berujung pidana," pungkas Bupati.

Seperti diberitakan, Rabu (5/12/2018), warga Desa Pace Kecamatan Silo sudah menghadang dan menahan staf Dinas ESDM Jatim dan tiga orang WNA. Kedatangan mereka rupanya hendak melakukan survei di kawasan pertambangan emas Blok Silo, Jember.

Beruntung, mereka bisa dievakuasi polisi dari kepungan warga. Warga melakukan tindakan pencegahan dengan menahan tamu tidak diundang tersebut karena mereka menolak kehadiran tambang di kawasan tersebut. (Sri Wahyunik/TribunJatim.com)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved