Guangzhou International Award 2018, Surabaya Raih Lebih dari 1,5 Juta Vote, Kalahkan Kota di China

Penghargaan kota terpopuler secara online di Guangzhou International Award 2018 sukses disabet oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Guangzhou International Award 2018, Surabaya Raih Lebih dari 1,5 Juta Vote, Kalahkan Kota di China
twitter
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menerima penghargaan Online Popular City award from @GuangzhouAward 2018. - Twitter @Guangzhou Award 

TRIBUNJATIM.COM -  Penghargaan kota terpopuler secara online di The Guangzhou International Award 2018 sukses disabet oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada Jumat (7/12/2018).

Kemenangan Kota Surabaya ini didapat dari pemberian vote di situs The Guangzhou International Award 2018 yang berakhir pada  Jumat (7/12/2018) pukul 15.00 WIB.

Surabaya tercatat menduduki posisi pertama dalam kategori kota terpopuler dengan raihan 1.501.440 vote.

Kota Pahlawan sukses mengalahkan pesaing utamanya, yakni Kota Yiwu di China yang memperoleh 1.487.512 vote.

(BREAKING NEWS: Surabaya Bawa Pulang Penghargaan The Guangzhou International Award 2018)

(Cerita Rifdah Menjadi Bonita: Dulu Ditegur Ngapain Cewek Nonton Bola?)

Angka ini merupakan hasil paling akhir yang bisa dilihat, tepat saat penutupan vote pada pukul 15.00 WIB tadi.

Dengan penghargaan ini, setidaknya Surabaya sukses menyisihkan saingan 30 kota terbaik di dunia.

Sebelumnya Tri Rismaharini sempat jadi viral lantaran membuat vlog, meminta masyarakat Kota Surabaya  beri dukungan di ajang The Guangzhou International Award for Urban Innovation 2018.

"Ayo teman-teman Surabaya bantu kota Surabaya dengan cara vote kota Surabaya. Memilih surabaya boleh satu akun bisa berkali-kali, tiap satu jam. mohon dibantu ya, juga dibantu doa supaya aku bisa prestasi dengan baik karena menghadapi 400 juri nggak gampang," isi video Risma di akun @aslisuroboyo.

(21 Organisasi Kepemudaan Pamerkan Kerajinan Tangan Pada Bazar di Sampang)

(Unmuh Sidoarjo dan Akademisi dari 10 Negara Jadikan Banyuwangi Laboratorium Emerging Media)

Pada kompetisi ini, Tri Rismaharini mengenalkan inovasi Kota Surabaya dalam mengolah limbah plastik.

Warga Surabaya diperkenankan memanfaatkan Suroboyo Bus hanya dengan membayar botol maupun gelas plastik dengan jumlah yang sudah disesuaikan.

Sistem ini dinilai mempermudah kota dalam mengatur maupun mengolah sirkulasi limbah plastik di Surabaya.

Surabaya dinilai The Guangzhou International Award berpartisipasi dalam pengelolaan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), mensosialisasikan daur ulang dari tingkat rumah tangga, hingga mendorong warga untuk melakukan urban farming.

(Hayono Isman: UMKM Solusi Kurangi Pengangguran dan Kemiskinan)

(Unmuh Sidoarjo dan Akademisi dari 10 Negara Jadikan Banyuwangi Laboratorium Emerging Media)

Penulis: Anugrah Fitra Nurani
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved