Maruli Nilai Money Politic Adalah Cikal Bakal Suburnya Korupsi di Dewan

Caleg DPR RI dari Partai Nasdem Dapil Jatim 1, Maruli Hutagalung menilai money politic adalah cikal bakal suburnya korupsi di lingkungan dewan.

Maruli Nilai Money Politic Adalah Cikal Bakal Suburnya Korupsi di Dewan
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT TORIK
Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Maruli Hutagalung. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jelang hari Anti Korupsi Sedunia yang diperingati pada tanggal 9 Desember mendatang, Caleg DPR RI dari Partai Nasdem Dapil Jatim 1, Maruli Hutagalung menilai money politik adalah cikal bakal dari suburnya korupsi di lingkungan dewan.

Maruli yang mengusung tagline Berani (Berantas Korupsi Bersama Maruli) menceritakan, saat dirinya bersapa dengan konstituen, ada dari mereka yang meminta uang atau yang biasa disebut money politik.

"Saya pergi ke warung kopi, saya bilang bapak, ibu pilihlah orang yang berkomitmen untuk memberantas korupsi di pesta politik ini, tapi ada dari mereka yang bilang namanya pesta kan harus dapat uang," kisah Maruli saat bertemu konstituen, kepada TribunJatim.com, Jumat (7/12/2018).

Perjalanan Karier Maruli Simanjuntak, Menantu Menteri Luhut yang Kini Jadi Komandan Paspampres

Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur itu kemudian mengajak konstituen tersebut berhitung, jika satu orang diberi Rp 100 ribu, sedangkan pesta politik yang digelar lima tahun sekali tentu hitungannya hanya Rp 1600  per bulan.

"Sekarang kalau terima uang Rp 100 ribu, pesta ini 5 tahun sekali, kalau Rp 100 ribu dibagi 6 tahun Rp 1600, bayar parkir motor aja belum, bagaimana harga diri saudara-saudara hanya dinilai Rp 1600," keluh Maruli.

Maruli tentu melihat, jika money politic masih subur, bagaimana nasib demokrasi di Indonesia ini akan terus berlangsung.

Ia menginginkan agar mindset money politic segera ditinggalkan.

"Bagaimana dengan anak-anak saudara-saudara, kapan negara ini mau berubah, bapak, ibu harus berubah cara berpikir, jangan sedikit-sedikit uang," kata Maruli.

Maruli juga mengimbau agar saat ada caleg yang hendak memberikan uang, harus ditolak, agar nantinya caleg itu segan dan mata rantai money politic bisa putus.

Bandingkan Kasus Baiq Nuril dengan Ahok, Maruli Hutagalung: Harusnya Dua-duanya Diperiksa

"Bapak ibu dikasih uang oleh caleg tolak, no money politik, pasti caleg itu ketakutan, takut tidak dipilih, uangnya ditolak, bapak ibu terima uang itu, caleg yang akan terima uang lebih banyak, dia terpilih dia akan cari uang lagi untuk mencari uang yang sudah ia keluarkan, Main proyek, main anggaran," jelasnya.

Dari hal seperti itu lah, lanjut Maruli, korupsi bisa tumbuh subur seperti jamur, yang jika dicabut, akan tumbuh di tempat lain, begitu seterusnya.

"Maka dari itu banyak anggota DPR yang ditangkap oleh KPK dan Kejaksaan, cikal bakalnya ya dari money politic," pungkasnya.

Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved