PKB Dukung Polisi Tindak Habib Bahar: Ulama Seharusnya Tak Menghujat

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendukung upaya kepolisian untuk mengusut dugaan kriminal Habib Bahar Bin Smith. PKB menilai penetapan tersangka kep

PKB Dukung Polisi Tindak Habib Bahar: Ulama Seharusnya Tak Menghujat
ANTARA
Habib Bahar bin Smith (tengah) memasuki gedung saat akan menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (6/12/2018). Habib Bahar diperiksa sebagai saksi terlapor terkait video ceramahnya yang dianggap menghina Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama.(ANTARA/Rivan Awal Lingga) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendukung upaya kepolisian untuk mengusut dugaan kriminal Habib Bahar Bin Smith. PKB menilai penetapan tersangka kepada Habib Bahar bukan bentuk kriminalisasi.

"Tak ada ulama yang kriminal," kata Ketua Dewan Pimpinann Wilayah (DPW) PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (7/11/2018).

Halim menilai sikap Habib Bahar dalam melakukan dakwah dan syiar Islam telah jauh dari yang syariat. Halim menyebut bahwa rosul dan Nabi tak pernah menyebarkan syiar Islam dengan memberikan hujatan.

"Terpenting, dalam perjalanan para nabi, rosul, hingga aulia, tidak satu pun nabi maupun rosul yang menyiarkan dakwah Islam dengan menggunakan kata kotor," kata Halim yang kakak dari Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB ini kepada TribunJatim.com.

Kemendagri Bantah Sistem Pengamanan KTP Elektronik Jebol

Ia mencontohkan kisah Nabi Musa yang berperang melawan Raja Firaun. Dikisahkan, sekalipun Raja Firaun merupakan golongan yang terkenal Kafir, Allah tetap meminta Nabi Musa untuk bersikap dengan cara yang arif.

"Kepada yang paling mungkar sekelas Firaun sekalipun, Allah masih berpesan kepada Nabi Musa dan Nabi Harun untuk datangi Firaun dengan kalimat baik," kata Halim yang juga Ketua DPRD Jatim ini.

"Pada intinya, Nabi dan rosul saja tidak ada yang mengkafir-kafirkan," lanjut Halim.

Ia lantas menyindir sikap para habib atau ulama yang dinilai tak selaras dengan ajaran Rosul dan Nabi pendahulu. "Lha sekarang, yang rosul juga bukan, nabi juga bukan, isinya menghujat orang," sindir Halim.

Tak hanya kepada pemerintah, tak jarang ada juga mengkafirkan kelompok lain, padahal masih seagama. "Bahkan, menghina dengan menyebut kafir, zalim, musyrik. Ini merupakan cara pandang yang tidak landing bukan hanya dengan budaya Indonesia, namun juga ajaran agama," tegasnya.

Sebelumnya, Habib Bahar Bin Smith ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah diperiksa Bareskrim Polri selama 11 jam.

Adik Vicky Prasetyo Dikeroyok di Cikarang, Diserang Tiba-tiba Oleh Orang Tak Dikenal

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved