Bau Ikan Pirek Memakan Korban Jiwa, Dr Saiful Hadi: Hanya Polres dan Dinkes Yang Berhak Memutuskan

Beracun dan tidaknya akan disampaikan pihak Polres dan Dinkes Lamongan, bukan kewenangan kami, karena kami juga tidak punya sampel ikannya untuk diuji

Bau Ikan Pirek Memakan Korban Jiwa, Dr Saiful Hadi: Hanya Polres dan Dinkes Yang Berhak Memutuskan
SURYA.CO.ID/M SUDARSONO
Agung Setyawan, ABK korban dugaan keracunan masih terkulai lemah dirawat di RSUD Dr Koesma Tuban. 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Direktur RSUD Dr Koesma Tuban, Dr Saiful Hadi memberikan tanggapan atas tiga korban dugaan keracunan bau Ikan Pirek, dari Desa Blimbing, Kecamatan Paciran, Lamongan, Selasa kemarin.

Dia belum bisa memastikan apakah bau ikan itu mengandung racun atau tidak.

Yang pasti, menurut keterangan ketiga korban dari ABK Bunga Mekar yaitu Agung Setiawan (19), Sutikno (45), dan Ansori (33), sebagai nahkoda menyatakan, jika bau itu sangat menyengat.

Sebab, es batu yang digunakan sebagai pengawet habis di tengah perjalanan saat kapal pulang.

Dua Orang Menninggal Dunia dan 10 Orang Tak Sadarkan Diri Akibat Keracunan Bau Ikan Pirek

Estimasi ikan tanpa pengawet sekitar satu minggu, dari total perjalanan kapal 14 hari. 

"Korban masuk dini hari tadi, kita tidak bisa memastikan apakah baunya beracun atau tidak," Kata Dr Saiful Hadi usai mengecek kondisi korban dugaan keracunan itu, Rabu (12/12/2018). 

Mantan Kepala Dinas Kesehatan setempat itu menjelaskan, yang berkewenangan itu menyatakan apakah bau dari Ikan Pirek itu beracun atau tidak yaitu Polres dan Dinkes Lamongan.

Nanti akan diuji labolatorium sampel dari Ikan Pirek yang ada di kapal tersebut. Setelah itu akan diketahui hasilnya.

"Beracun dan tidaknya akan disampaikan pihak Polres dan Dinkes Lamongan, bukan kewenangan kami, karena kami juga tidak punya sampel ikannya untuk diuji," Terangnya.

Residivis Jambret Tak Berkutik Usai Ditembak Satreskrim Polres Tuban

Meski demikian, kondisi ketiga korban yang dirawat sudah berangsur membaik, dibandingkan sebelumnya.

"Sudah membaik, masih dioptimalkan perawatan," Ungkapnya.

Diketahui, selain tiga ABK yang dirawat, dua ABK lainnya Andik Dwi Saputra (20) alias Ambon pingsan saat masuk ke box lambung kapal, tak berselang lama dia meninggal di lokasi. 

ABK kapal lain, Kashuri yang berusaha menolong juga meninggal saat dirawat di RS Arsy, Paciran. Keduanya merupakan warga setempat.

Penulis: M Sudarsono
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved