Dua Orang Menninggal Dunia dan 10 Orang Tak Sadarkan Diri Akibat Keracunan Bau Ikan Pirek

Dimungkinkan ikan busuk, hingga banyak membuat orang pingsan dan dua orang meninggal dunia," Ujar Agung yang masih lemas didampingi ibunya.

Dua Orang Menninggal Dunia dan 10 Orang Tak Sadarkan Diri Akibat Keracunan Bau Ikan Pirek
SURYA.CO.ID/M SUDARSONO
Agung Setyawan, ABK korban dugaan keracunan masih terkulai lemah dirawat di RSUD Dr Koesma Tuban. 

Laporan Wartawan Surya, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Dua nelayan Desa Blimbing, Kecamatan Paciran, dinyatakan meninggal dunia akibat dugaan keracunan bau Ikan Pirek yang dimuat KM Bunga Mekar, Selasa (11/12/2018) malam.

Keduanya yaitu Andik Dwi Saputra (20) alias Ambon, ABK KM Bunga Mekar, dan ABK kapal lain Kashuri, warga Blimbing.

Selain dua nyawa tak terselamatkan, tiga ABK Bunga Mekar lainnya juga dirawat di RSUD Dr Koesma Tuban, Rabu, sekitar pukul 03.00 WIB, karena masih terkulai lemah usai menghirup bau ikan tersebut.

Ketiganya yaitu Agung Setiawan (19), Sutikno (45), dan Ansori (33), sebagai nahkoda.

Agung Setiawan (19) mengatakan, awal mulanya perahu tiba di pelabuhan Selasa kemarin, malam.

Begitu bersandar, Ambon membuka box lambung kapal untuk mengambil Ikan Pirek, namun saat membuka dia justru terjatuh karena bau busuk menyengat hingga akhirnya meninggal dunia di tempat.

Kemudian, ABK kapal lain, Kashuri yang mengetahui Ambon terjatuh, lalu berusaha menolongnya, dan tak lama dia juga pingsan hingga akhirnya meninggal saat dirawat di RS Arsy, Paciran.

"Dimungkinkan ikan busuk, hingga banyak membuat orang pingsan dan dua orang meninggal dunia," Ujar Agung yang masih lemas didampingi ibunya, Rabu (12/12/2018).

Dia menjelaskan, ikan yang diduga busuk itu dikarenakan telah kehabisan bekal es yang digunakan sebagai pengawet sekitar 1 minggu, dengan waktu kerja melaut sekitar 14 hari.

Sehingga, saat box lambung kapal dibuka bau busuk sangat menyengat. ABK yang tidak kuat itupun banyak yang pingsan.

"Yang pingsan di lokasi dan sadarkan diri ada 10 orang. Tiga lainnya dibawa ke RS dan dua meninggal, total 15 ABK," Bebernya.

Sementara itu, Ansori belum bisa memberikan keterangan lebih. Dia masih dalam keadaan terkulai lemah.

Tampak alat bantu pernapasan masih dipasangkan pada hidung ABK tersebut. Sedangkan Sutikno dikabarkan diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah membaik.

Penulis: M Sudarsono
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved