Rumah Politik Jatim

Penggratisan Suramadu Berdampak Politik, Pengamat: Ada, Tapi Sampai Sekarang Belum Terlihat

Mochtar W Oetomo, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sebut penggratisan Suramadu pasti berdampak politis, tetapi belum terlihat.

Penggratisan Suramadu Berdampak Politik, Pengamat: Ada, Tapi Sampai Sekarang Belum Terlihat
Surya/Sri Handi lestari
Presiden Jokowi saat meresmikan jembatan Suramadu sebagai jalan umum non tol. Saat di bentang tengah, sempat menyapa pengendara motor yang melintas, tapi menghentikan motornya untuk memotret, berteriak dan melambai kepada Presiden, Sabtu (27/10/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kebijakan pemerintah menggratiskan tarif tol Jembatan Suramadu disebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak politis.

Bagaimana pun juga, pemilih di empat kabupaten di Madura tetap menjadi lumbung yang diincar kedua kubu.

Perebutan suara pemilih di Madura diyakini bakal berlangsung keras pada Pilpres 2019. 

Inilah Strategi yang Harus Dilakukan Prabowo Subianto agar Lumbung Suara di Madura Tetap Aman

Perebutan Suara Madura di Pilpres 2019, Pengamat Politik: Perlu Treatment Khusus dari Dua Paslon

Dua Figur Pendukung Prabowo pada Pilpres 2014 di Madura Goyah, Pengamat: Kesempatan Jokowi Merebut

La Nyalla Siap Potong Leher Jika Prabowo Menang di Madura, Pakar Ungkap Peta Politik Madura

Perebutan Suara Pilpres di Madura , La Nyalla Mattalitti dan Fuad Amin Dua Figur Ini Faktor Utamanya

Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Mochtar W Oetomo menilai penggratisan itu tetap berdampak pada pemilih di Pilpres 2019, meski tidak besar

Kata Mochtar W Oetomo, dampak itu hingga kini belum terlihat jelas.

"Untuk pengaruh pasti ada, dari sekian banyak orang yang lewat Suramadu, secara probabilitas sedikit banyak pasti ada yang berubah pilihan," jelas Mochtar kepada TribunJatim.com, Sabtu (15/12/2018).

Mochtar menjelaskan, untuk melihat perubahan tersebut, masih perlu adanya kajian, survei dan riset apakah arah dukungan Prabowo di Madura yang selama ini menjadi lumbung suaranya berpindah ke Jokowi atau tidak.

"Signifikan atau tidak, itu perlu diuji," jelas Direktur Surabaya Survey Center tersebut.

Sejauh ini, lanjut Mochtar, pemilih Madura masih belum beranjak dari arah pilihannya ke Prabowo seperti di Pilpres 2014.

Hal tersebut karena, kawasan Madura identik dengan ketaatannya kepada tokoh-tokoh lokal yang ada di kawasan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Adi Sasono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved