GP Farmasi Indonesia Jatim Harapkan Pemerintah Resmikan TKDN Industri Farmasi

Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi Indonesia Jawa Timur berharap pemerintah segera meresmikan rencana aturan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk

GP Farmasi Indonesia Jatim Harapkan Pemerintah Resmikan TKDN Industri Farmasi
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA
Sex toys dan suplemen serta obat-obatan yang berhasil disita saat proses penindakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jatim II, dipamerkan ke awak media pada Selasa (19/12/2017) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi Indonesia Jawa Timur berharap pemerintah segera meresmikan rencana aturan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk industri farmasi.

Ketua GP Farmasi Indonesia Jawa Timur, Philips Pangestu menjelaskan, dalam rencana aturan itu apabila ada tender farmasi dari pemerintah, yang memiliki kesempatan lebih besar untuk memenangkan tender adalah memiliki kandungan TKDN untuk bahan baku sebesar 50 persen.

"Hal tersebut untuk menumbuhkan kemandirian dalam memperoleh bahan baku farmasi," jelasnya kepada TribunJatim.com, Minggu (16/12/2018).

Menurut Philips, aturan tersebut sebenarnya sudah bagus, hanya saja masih belum ada kejelasan.

Akibatnya, pabrikan bahan baku yang ingin masuk ke Indonesia menjadi ragu-ragu.

Rupiah Melemah hingga Kenaikan Harga Bahan Baku Jadi Hambatan Industri Farmasi Jatim Sepanjang 2018

"Tapi kalau pemerintah sudah meresmikan aturan TKDN ini kami yakin akan banyak yang berlomba membuat pabrik bahan baku di indonesia," katanya kepada TribunJatim.com.

Tak hanya itu, lanjut dia, otomatis akan membantu industri farmasi juga ke depannya.

Sepanjang 2018, industri farmasi masih tumbuh 5-6 persen. Hanya saja dari segi profit, diakui GP Farmasi Indonesia Jatim agak terganggu alias ada penurunan.

Digelar 5 Hari, Indonesia Sharia Economic Festival 2018 Munculkan Kesepakatan Bisnis Senilai Rp 7 T

"Ini karena tren rupiah yang melemah dan kenaikan harga bahan baku. Sebab, sejauh ini 99 persen bahan baku masih impor," terang Philips.

Philips menambahkan, pihaknya berharap pada 2019 nanti industri farmasi di Jatim bisa lebih baik dari sekarang mendapat dukungan penuh dari pemerintah terutama dalam hal kestabilan rupiah.

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved