Musim Hujan, Krisis Air PDAM di Magetan Teratasi, Tapi Muncul Masalah Baru Soal Pipa dan Debit Air

Awal musim hujan ini, krisis air PDAM di Magetan mulai teratasi. Namun, timbul masalah baru, yakni banyak pipa air di wilayah lereng Gunung Lawu Pecah

Musim Hujan, Krisis Air PDAM di Magetan Teratasi, Tapi Muncul Masalah Baru Soal Pipa dan Debit Air
SURYA/DONI PRASETYO
Waduk Gonggang di Dusun Wonosari, Desa Janggan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Selain untuk mengairi sawah di lima kecamatan, waduk ini juga merupakan satu di antara pemasok air ke PDAM Lawu Tirta Magetan. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Awal musim hujan ini, krisis air PDAM di Magetan mulai teratasi.

Namun, timbul masalah baru, yakni banyak pipa air yang ditanam di wilayah lereng Gunung Lawu pecah terkena longsor.

Tidak hanya itu, justru di awal musim penghujan ini, debit air di sejumlah mata menurun.

"Penurunan debit air di sejumlah mata air yang menjadi andalan PDAM itu berlangsung sekitar dua bulan. Setelah hujan sering turun dengan intensitas lebat, debit mata air itu akan kembali normal," kata Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Lawu Tirta, Wiyono kepada Surya.co.id (grup TribunJatim.com), Sabtu (15/12/2018).

Musim Hujan, Peternak di Pamekasan Diimbau Waspadai Penyakit Menular Pada Hewan

Dikatakan Wiyono, total debit mata air yang turun produksinya mencapai 42 liter/detik, itu tidak terrmasuk 17 titik sumur dalam, yang selama musim kemarau menjadi andalan air PDAM.

"Kalau musim kemarau, PDAM memasimalkan air dari sumur dalam di 17 titik di sejumlah wilayah. Karena mata air dan Waduk Gonggang sudah tidak bisa diharap," jelas Wiyono.

Saat ini, lanjut Wiyono, penurunan debit air di sejumlah sumber mata air terjadi di sepuluh titik, namun terparah di sumber air Ngunut, kurang lebih sebanyak 15 liter/detik, dan sumber Cemoro Telo kurang lebiih 3 liter per detik.

"Penurunan debit air di mata air, sesuai keterangan bagian transmisi ada 10 mata air, yang jumlah total penurun debit itu sebanyak 42,5 liter/detik. Kalau dihitung untuk kebutuhan air normal pelanggan ada kekurangan debit air sebanyak 29 liter/detik," ujar Wiyono.

Petani di Bangkalan Gelisah, Sudah Masuk Musim Hujan Namun Air Irigasi Tak Kunjung Mengalir

Agar tidak terulang krisis air di setiap kemarau, jelas Wiyono, PDAM Lawu Tirta mencari solusi alternatif suplis baru untuk antisipasi penurunan debit air di musim kemarau.

"Krisis air di Magetan, kecuali Karas, bisa kami atasi. Kami terus melakukan inovasi sebagai aternatif. Alternatif suplisi baru agar tidak sampai terulang krisis air untuk pelanggan air PDAM di Magetan," ucap Wiyono.

Menurut Wiyono, kontribusi air dari Waduk Gonggang ke PDAM Lawu Tirta tidak begitu signifikan, karena dari izin pengambilan air waduk dari Kementerian PU diberikan sebanyak 50 liter/ detik.

Sedang PDAM Lawu Tirta selama ini hanya mengambil sebanyak 35 liter/detik.

"Jadi kalau musim kemarau, andai air waduk kering sekalipun, tidak berpengaruh terhadap pasokkan air bersih ke pelanggan PDAM di Magetan. Karema PDAM Lawu Tirta mempunya 12 mata air, dan 17 titik sumur dalam," pungkas  Wiyono.

Selalu Menutup Ventilasi Rumah Ketika Musim Hujan? Waspadai Dampaknya

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Ani Susanti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved