Siswa SMP di Kota Mojokerto Mulai Terapkan e-Rapor, Capaian Dikirim ke Email Orangtua

Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Mojokerto terus melakukan inovasi.Yang terbaru yakni mulai tahun ajaran 2018-2019 ini, Dindik menerapkan sistem e-Rapor

Siswa SMP di Kota Mojokerto Mulai Terapkan e-Rapor, Capaian Dikirim ke Email Orangtua
ilustrasi rapor elektronik 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Mojokerto terus melakukan inovasi.

Yang terbaru yakni mulai tahun ajaran 2018-2019 ini, Dindik menerapkan sistem e-Rapor.

Sistem e-rapor ini diperuntukkan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Usai Ujian Akhir Semester beberapa pekan lalu, para siswa SMP telah menerima rapor dalam bentuk online.

"Kemarin Jumat, e-Rapor sudah diberlakukan. Sebanyak 9.008 Siswa dari SMP Negeri, Swasta dan MTs telah menerima e-Rapor," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Amin Wachid, Minggu (16/12/2018).

Kawal Mobil Fortuner, Patwal dari Polres Mojokerto Tewas Kecelakaan di Malang

Amin menjelaskan, e-Rapor bukan diakses melalui aplikasi berbasis android maupun website.

Sebab data rapor sifatnya pribadi, yang bisa mengakses adalah guru, siswa, orang tua, dan institusi pendidikan lain seperti pihak SMA/SMK.

"e-Rapor kami kirim melalui e-mail orang tua dan murid. e-Rapor juga memudahkan bagi pihak SMA untuk mencari data siswa yang konkrit," paparnya.

Amin melanjutkan, e-Rapor juga memuat Capaian Kompetensi Siswa yang terdiri dari kehadiran, nilai pelajaran, diskripsi sikap, prestasi dan catatan wali kelas.

Capaian Kompetensi Siswa dirangkum mulai dari kelas VII, VIII, dan IX sekolah menengah pertama.

Ngerem Mendadak, Patwal dari Polres Mojokerto Ini Jatuh dan Terbentur Aspal di Malang

"Jadi para siswa, guru, orang tua, maupun institusi pendidikan lain tidak perlu repot lagi mencari data dan nilai siswa. Selain itu e-Rapor ini terhubung dengan aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Nantinya  bisa digunakan sebagai sarana informasi siswa yang terintegrasi secara Nasional," sebutnya.

Walaupun e-Rapor sudah diterapkan, Amin tidak menghapus pencatatan rapor secara fisik.

Hal itu dilakukan, agar pihak sekolah dan orang tua dapat berdiskusi terkait strategi belajar.

"Para orang tua masih mengambil rapor di sekolah. Rapor fisik tetap kami berikan agar orangtua bisa memotivasi anaknya untuk lebih giat belajar," pungkasnya. 

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved