HIMKI Jatim Usulkan Bahan Baku Mebel Di bawah 1000 Yard Bebas Lartas

Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Jatim mengusulkan agar impor bahan baku kain mebel di bawah 1000 yard bebas dari aturan larang

HIMKI Jatim Usulkan Bahan Baku Mebel Di bawah 1000 Yard Bebas Lartas
Tribun Jateng/Deni Setiawan
Ilustrasi Kerajinan Mebel 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Jatim mengusulkan agar impor bahan baku kain mebel di bawah 1000 yard bebas dari aturan larangan dan pembatasan (lartas).

Tak hanya itu, bebas dari persetujuan impor tekstil dan produk tekstil (PITPT) supaya permebelan di Indonesia, khususnya Jatim, bisa semakin berdaya saing tinggi.

Ketua HIMKI Jatim Nur Cahyudi mengatakan, adanya lartas tersebut sebenarnya cukup menghambat proses produksi mebel.

"Selain itu, membuat biaya produksi tinggi karena untuk mendapatkan barang impor kategori lartas seperti kain itu cukup mahal dan membuang waktu," katanya, Senin (17/12/2018).

Nur Cahyudi menyebut, besaran biaya tergantung jauh dekatnya negara yang digunakan sebagai lokasi tempat barang  yang akan diinspeksi.

Maia Estianty Makan Lidah Sapi Asin Saat Liburan ke London, Harganya Capai Ratusan Ribu Rupiah

Dilarang Pelihara Anjing, Mahasiswi Universitas Ciputra Bangun Bisnis Gantungan Kunci Custom Anjing

"Padahal kain untuk cushion yang diimpor relatif kecil hanya sekitar 30 yard - 100 yard," tuturnya.

Belum lagi sekarang, lanjutnya, adanya wacana tentang keran ekspor kayu log yang akan dibuka.

Rencana tersebut menurutnya sebaiknya dihentikan karena bisa berpotensi mengganggu serta menghambat iklim usaha dan investasi industri berbasis kehutanan di Indonesia.

"Sehingga ini bisa membuat industri permebelan semakin tertekan," lanjutnya lagi.

Pihaknya berkeinginan agar industri mebel berorientasi ekspor bisa seperti industri baja atau besi yang bebas lartas atau izin, ketika mengimpor bahan baku di bawah 1 ton.

"Seharusnya pemerintah lebih memperkuat industri hilir agar tidak ada masalah lain yang timbul," ujarnya.

Sebab, lanjutnya, pemerintah jelas tidak akan mampu mengendalikan meluasnya praktek pembalakan liar yang dipicu oleh pembukaan kran ekspor kayu log.

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved