Natal dan Tahun Baru

Batasi Operasional Mobil Barang Jelang Nataru, Pengusaha Truk di Jatim Siap Ikuti Aturan

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo)DPD Jatim menyatakan siap mengikuti aturan lalu lintas operasional mobil barang, jelang Natal & Tahun Baru

Batasi Operasional Mobil Barang Jelang Nataru, Pengusaha Truk di Jatim Siap Ikuti Aturan
Tribun Kaltim
Ilustrasi 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DPD Jatim menyatakan siap mengikuti aturan lalu lintas operasional mobil barang, jelang Natal dan Tahun Baru 2019 (Nataru).

Sekretaris DPD Aptrindo Jatim, Eddo Adrian Wijaya mengatakan, pihaknya bersama 70 pengusaha truk yang tergabung di Aptrindo Jatim siap mengikuti semua aturan.

Aturan yang dimaksud ialah Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 118 Tahun 2018 yang bertujuan untuk melakukan pembatasan operasional mobil barang di beberapa ruas jalan tol dan jalan nasional selama masa angkutan Nataru.

"Kami persiapannya mengikuti aturan semuanya. Di Jatim ini tidak begitu ketat karena hanya jalan-jalan tertentu saja yang ditutup dan lebih sedikit dibandingkan di Jakarta," ujarnya kepada TribunJatim.com, Selasa (18/12/2018).

Pengusaha Truk di Gresik Dipanggil Bupati, Ini Masalahnya. . .

Eddo menyebut, jalan-jalan tertentu yang ditutup tersebut di antaranya ruas dua arah jalan nasional Mojokerto - Caruban dan ruas satu arah jalan nasional Pandaan - Malang, arah ke Malang.

Kemudian, jalan nasional Probolinggo - Lumajang, arah ke Lumajang.

"Ya, tol baru-baru itu termasuk karena memang jalan tol baru itu kan tujuannya untuk orang berlibur dan mudik ke kampung halaman. Jadi kami hanya akan lewat rute yang tidak ditutup," terangnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 118 Tahun 2018,  Pasal 2 ayat 3, larangan operasional berlaku 21 - 22 Desember pukul 00.00 - 24.00 WIB serta 28 Desember - 29 Desember pukul 00.00 - 24.00 WIB.

Astra UD Trucks Sebut Tren Pembelian Truk Kelas Ringan di Akhir Tahun 2018 Cenderung Melandai

Larangan operasional berlaku bagi mobil barang dengan Jumlah Berat Yang Diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kilogram, sumbu tiga atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan atau gandengan.

Serta mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian pasir, batu, tanah, tambang batu bara, bangunan, besi atau logam, semen, dan kayu.

"Jam operasional itu situasional ya, tergantung kondisi yang penting kita mendukung supaya lancar dan truk dari kami saat ini masih berjalan," tuturnya.

Selain itu, ditambahkan Edo, persiapan menjelang Nataru, pihaknya juga bekerja sama dengan Balai Penyelenggara Transportasi Barat.

"Ini kami lakukan untuk mengkampanyekan safety riding agar mencegah terjadinya kecelakaan. Kalau ada mudik supaya tidak tergesa-gesa," tambahnya.

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved