Pasar AS Masih Jadi Primadona Ekspor Alas Kaki Jatim, Khususnya Sepatu Sport

Sepanjang 2018, industri alas kaki di Jatim masih menunjukkan kinerja yang positif.

Pasar AS Masih Jadi Primadona Ekspor Alas Kaki Jatim, Khususnya Sepatu Sport
TribunJatim/ Rorry Nurmawati
Sejumlah pegawai di pabrik alas kaki PT Dwi Prima Sentosa, Desa Sedati, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, saat mendapatkan kunjungan dari Wapres Jusuf Kalla, Selasa (28/2/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sepanjang 2018, industri alas kaki di Jatim masih menunjukkan kinerja yang positif.

Meskipun, kinerja ekspor Jatim hingga kuartal III 2018 belum membaik, khususnya pasar Eropa.

Kepala Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI), Heru Budi Susanto menjelaskan, secara eksternal dampak perang dagang antara Tiongkok dan AS, sedikit menganggu kinerja manufaktur di Jatim.

Di sisi lain, saat nilai tukar rupiah yang memberikan peluang untuk peningkatan ekspor belum juga mampu secara signifikan mengangkat kinerja ekspor.

"Ini dikarenakan nilai impor yang masih besar pula," jelasnya kepada TribunJatim.com, Selasa (18/12/2018).

Berikut Kebiasaan Aneh 6 Seleb Dunia, Shah Rukh Khan Selalu Gunakan Alas Kaki!

Sedangkan secara internal, lanjutnya, daya beli masyarakat masih belum tinggi meskipun permintaan pasar meningkat.

"Khusus pasar Eropa, bea masuk sebesar 12,5 persen bagi Indonesia ini membuat produk menjadi tidak kompetitif dibandingkan Vietnam, Kamboja, dan India. Nah, sehingga saat ini pemerintah sedang mencoba meratifikasi perjanjian perdagangan dengan Eropa agar lebih kompetitif," lanjutnya lagi.

Heru menambahkan, meski belum membaik di pasar Eropa, namun masih ada prospek lain untuk ekspor alas kaki di Jatim yakni pasar AS.

Menurutnya, hal yang dapat diantisipasi adalah dengan fokus ke pasar dalam negeri dan memperkuat brand-brand domestik.

Lagi Hamil, Raisa Jingkrak-jingkrak dan Lepas Alas Kaki Saat Konser, Unggahan Fotonya Ramai Komentar

"Di 2017 hingga semester I 2018, AS masih menjadi primadona ekspor alas kaki khususnya sepatu sport. Disusul Belgia, Jerman, Jepang dan Inggris. Pada semester I 2018, nilai ekspor ke Amerika mencapai USD 616 juta sedangkan pada 2017 mencapai USD 1,3 miliar," tambahnya.

Ke depannya, dikatakan Heru, pemerintah akan tetap fokus pada strategi mempertahankan pertumbuhan industri alas kaki khususnya di Jatim melalui menarik investasi asing dengan berbagai insentif.

Berdasarkan data investasi periode 2017 pada sektor alas kaki secara nasional menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan, yakni terdapat 27 PMDN dengan nilai proyek Rp 195 miliar dan 300 PMA dengan nilai proyek USD 369 juta.

"Harapannya, periode 2019 - 2020 sudah menghasilkan produksi yang stabil dan berorientasi ekspor," imbuhnya. 

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved