Pemkab Madiun Tolak Rencana Pendirian Pabrik Minuman Beralkohol di Wilayah Madiun

Arik Krisdianto mengatakan, sepanjang tahun 2018, pihaknya telah menolak dua industri besar yang berencana menanamkan modalnya di Kabupaten Madiun

Pemkab Madiun Tolak Rencana Pendirian Pabrik Minuman Beralkohol di Wilayah Madiun
Ilustrsi minuman beralkohol 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menyambut investor yang ingin berinvestasi di bumi Kampung Pesilat.

Namun, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tidak sembarang memberikan izin kepada semua pelaku usaha.

Pemkab Madiun menolak keras rencana pendirian pabrik minuman beralkohol di wilayah Madiun.

Pendirian abrik minuman beralkohol ditolak karena tidak sesuai dengan visi misi Kabupaten Madiun.

Wali Kota Madiun Minta Seluruh Masyarskat Aktif Dalam Perencanan Anggaran Kegiatan di Kota Madiun

Kepala DPMPTSP Kabupaten Madiun, Arik Krisdianto mengatakan, sepanjang tahun 2018, pihaknya telah menolak dua industri besar yang berencana menanamkan modalnya di Kabupaten Madiun

Satu di antaranya bergerak di bidang pembuatan minuman beralkohol.

Arik mengatakan, pabrik minuman beralkohol yang ingin berinvestasi di Kabupaten Madiun ini sebelumnya sudah beroperasi di Surabaya.

Pemilik usaha tersebut berencana memindah pabriknya ke Kabupaten Madiun.

Porkab Madiun 2018, Libatkan 963 Atlet Memperebutkan Medali Emas

Setelah melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan tersebut, akhirnya pemkab menolak pendirian pabrik minuman beralkohol itu.

Alasan mendasar yang menjadi pertimbangan yaitu karena mayoritas masyarakat Madiun adalah muslim.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Ani Susanti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved