Aturan Baru BPJS Kesehatan: Bayi Tak Perlu Lagi Didaftarkan BPJS Sejak Dalam Kandungan

Calon bayi kini tidak perlu lagi didaftarkan menjadi anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sejak masih dalam kandungan.

Aturan Baru BPJS Kesehatan: Bayi Tak Perlu Lagi Didaftarkan BPJS Sejak Dalam Kandungan
SURYA/SUGIYONO
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Greisthy E.L Borotoding, memberikan penjelasan tentang Perpres Nomor 82 Tentang Jaminan Kesehatan, Rabu (19/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Calon bayi kini tidak perlu lagi didaftarkan menjadi anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sejak masih dalam kandungan.

Pasalnya dengan aturan baru BPJS Kesehatan, bayi bisa mendaftar maksimal 28 hari sejak kelahiran.

Dalam peraturan BPJS Kesehatan sebelumnya, yakni Peraturan BPJS No 23 Tahun 2015, bayi di dalam kandungan bisa didaftakan selambat-lambatnya 14 hari sebelum bayi lahir atau sejak usia 7-8 bulan kandungan. 

Perubahan pelayanan ini disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Greisthy E.L Borotoding, mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Perpres tersebut baru berlaku setelah tiga bulan diundangkan.

BPJS Kesehatan Cabang Madiun Beberkan Aturan Terbaru BPJS Bagi Peserta JKN

Sedangkan dalam peraturan baru menyebutkan, bahwa bayi baru lahir dari peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN - KIS) harus didaftarkan BPJS Kesehatan paling lama 28 hari sejak dilahirkan.

"Jika sudah didaftarkan dan iuran sudah dibayarkan, maka bayi tersebut berhak memperoleh jaminan kesehatan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku," kata Greisthy yang akrab disapa Esty, Rabu (19/12/2018).

Lebih lanjut Esty mengatakan, untuk bayi yang dilahirkan dari bukan peserta JKN-KIS, maka berlaku ketentuan peserta pekerja bukan penerima upah pada umumnya, yaitu proses verifikasi pendaftarannya memerlukan waktu 14 hari kalender.

"Setelah melewati rentang waktu itu, iurannya baru bisa dibayarkan. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada orang tua untuk mendaftarkan diri dan keluarganya sebagai peserta JKN-KIS agar bayi dapat dijamin keselamatannya," imbuhnya.

Peraturan Baru BPJS Kesehatan, Pembayaran Tunggakan Maksimal Iuran Menjadi 24 Bulan

Penulis: Sugiyono
Editor: Ani Susanti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved