Angkat Warung Rakyat Naik Kelas‎, Banyuwangi Gandeng Warung Pintar

Pemkab Banyuwangi meluncurkan program kolaboratif bersama startup teknologi ritel “Warung Pintar” untuk meningkatkan kapasitas sektor ritel mikro alia

Angkat Warung Rakyat Naik Kelas‎, Banyuwangi Gandeng Warung Pintar
TRIBUNJATIM/HAORRAHMAN
Bupati Banyuwangi saat hadiri “Pesta Rakyat Pintar” di Warung Pintar, (11/11) 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi meluncurkan program kolaboratif bersama startup teknologi ritel “Warung Pintar” untuk meningkatkan kapasitas sektor ritel mikro alias warung-warung kecil milik rakyat.

Upaya ini sekaligus mendorong semangat warga berwirausaha.

“Hari ini mulai jalan, soft launching. Tahap awal ada 9 Warung Pintar digerakkan warga. Ke depan akan terus bermunculan karena yang daftar cukup banyak, masih proses semuanya,” ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat meresmikan Warung Pintar, di Taman Blambangan, Sabtu (22/12).

“Termasuk ada ibu-ibu komunitas Usaha Makanan dan Minuman Banyuwangi (Umami) ikut mengelola Warung Pintar di beberapa titik,” tambahnya.

Warung Pintar adalah perusahaan rintisan (startup) yang menggarap teknologi sektor ritel. Warung-warung kecil didigitalisasi dan dipermak sedemikian rupa untuk membuatnya lebih berdaya saing.

upati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menambahkan, program ini ikut menumbuhkan semangat berwirausaha warga dengan memproduksi kue kering, kopi, temulawak, aksesoris, dan sebagainya, lalu dijual di Warung Pintar.

6 Fakta Andi Ali Gaffar, Pengusaha Kaya Suami Andi Soraya yang Berasal dari Keluarga Pejabat

Selamat Hari Ibu 2018, Ini 7 Adab Anak kepada Ibunda dalam Islam menurut Imam al-Ghazali

Bangkai Ikan Sarkamut di Sungai Kresek Kediri Ciptakan Polusi, Puluhan Petugas Kebersihan Dikerahkan

Warga pun bisa menambah penghasilan lewat kolaborasi ini. Seperti di Taman Blambangan, salah satu ruang terbuka hijau (RTH) di Banyuwangi, pengelola Warung Pintar adalah Budi Santoso, seorang petugas kebersihan (pesapon).

“Sebagai petugas kebersihan, Pak Budi bertugas 4-5 jam, setelah itu ikut mengelola Warung Pintar untuk tambahan penghasilan,” ujar upati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas kepada TribunJatim.com.

upati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas berharap, digitalisasi membuat warung rakyat kian kompetitif saat berhadapan dengan ritel modern.

“Mbok Yem, Mbok Nah, yang punya warung di kampung-kampung bisa ikut. Asetnya dipinjami, lalu dilatih teknologi informasi (TI). Kalau sudah terlalu sepuh, bisa anaknya yang dilatih TI. Jadi ini bagian meningkatkan daya saing warga, bukan semata-mata jualan kemudian dapat duit, tapi bagaimana membentuk ekosistem usaha rakyat yang baik,” jelasn kepada TribunJatim.com.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved