Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri Bakal Kaji Ratusan Buku Beraliran Kiri

Kajari Kabupaten Kediri Subroto SH menyebutkan, kejaksaan memang memiliki tugas dan pengawasan barang cetakan termasuk buku ajaran komunis dan PKI

Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri Bakal Kaji Ratusan Buku Beraliran Kiri
SURYA.CO.ID/DIDIK MASHUDI
Sejumlah judul buku beraliran kiri yang telah diamankan petugas. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri bakal memeriksa dan mengkaji buku-buku yang diduga beraliran kiri yang telah diamankan petugas.

Pemeriksaan buku dilakukan sesuai dengan ketentuan Undang-undang Perbukuan.

Kajari Kabupaten Kediri Subroto SH menyebutkan, kejaksaan memang memiliki tugas dan pengawasan barang cetakan termasuk buku- buku yang mengandung ajaran komunis dan PKI.

"Kami akan melalukan rapat koordinasi dengan Kodim, Polres, Kesbanglinmas dan Dinas Pendidikan," ungkap Subroto kepada sejumlah awak media, Kamis (27/12/2018).

Sedangkan terkait dengan pihak penerbitnya akan diteliti lagi apakah bukunya merupakan cetakan lama atau cetakan baru. Karena dari beberapa buku ternyata ada buku lama yang dicetak lagi dengan foto kopy.

"Ada buku yang difoto copy serta dijilid seperti buku baru," jelasnya.

Aparat di Kediri Razia Ratusan Judul Buku Beraliran Kiri, di Antaranya Ada yang Membahas PKI

Jika ternyata hasil pengkajian bersama ditemukan adanya unsur ajaran dan paham komunisme, petugas bakal mengedepankan tindakan hukum.

"Bukunya sudah kami amankan dengan berita acara pengamanan buku," tambahnya.

Tujuannya agar buku-buku tersebut tidak semakin tersebar di Kabupaten Kediri.

Karena buku-buku dijual bebas di toko buku serta dapat dibeli masyarakat umum.

Sejauh ini petugas belum dapat meminta keterangan pemilik toko buku karena masih berada diluar kota.

Sementara Wakil Bupati Kediri Drs Masykuri masih menunggu hasil konsultasi pihak Kejari Kabupaten Kediri dengan Kajati Jatim dan Kejaksaan Agung.

"Pihak yang berwenang menentukan bukunya layak edar atau tidak pihak kejaksaan. Diharapkan setelah buku diamankan masyarakat tetap tenang dan tidak ada asumsi dan opini apapun," ungkapnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved