Serapan Anggaran Rendah, Wali Kota Batu: Sejumlah Rekanan Pilih Ambil Uangnya Pas Proyek Selesai

Memasuki akhir bulan dan akhir tahun 2018 serapan anggaran Pemkot Batu masih belum maksimal. Sejumlah Dinas bahkan hanya menyerap tak lebih dari 48%

Serapan Anggaran Rendah, Wali Kota Batu: Sejumlah Rekanan Pilih Ambil Uangnya Pas Proyek Selesai
TRIBUNJATIM.COM/AYU MUFIDAH KS
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko 

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU -  Memasuki akhir bulan dan akhir tahun 2018 serapan anggaran Pemkot Batu masih belum maksimal.

Seperti Dinas Perumahan dan kawasan Permukiman dari anggaran Rp 56 miliar baru mencapai Rp 12 miliar, artinya serapan dinas ini baru terealisasi 21 persen.

Lalu Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang dari Rp 76 miliar baru terealisasi Rp 38 miliar, prosentasenya baru terealisasi 50 persen.

Dinas Kesehatan dari Rp 64 miliar baru Rp 31 miliar, serapannya baru 48 persen.

(Bambang Suryo Mengaku Kerap Diteror, Istri Ditelepon Orang Tak Dikenal hingga Rumah Dilempari Pot)

(Soal Jalan Gubeng Ambles, Wali Kota Risma Bantah Dugaan Perizinan Proyek Basemen Gedung Bermasalah)

Serapan anggaran rendah di Kota Batu dinilai jadi hal yang biasa, apalagi dikarenakan garapan proyek yang tidak bisa dipaksakan oleh Pemkot Batu.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan serapan rendah di setiap dinas itu bukan murni dari dinas itu, bisa juga karena pihak rekanan yang menggarap proyek di Kota Batu.

"Biasanya pihak ketiga atau rekanan itu mengambil uangnya diakhir ketika garapan sudah selesai. Padahal kan ada jangka waktunya, pertama dan kedua. Nah pihak ketiga itu maunya ambil pas diakhir, jadi totalannya itu di akhir," kata Dewanti, Kamis (27/12).

Hal seperti itu sudah menjadi makanan setiap tahunnya di Pemkot Batu. Dan pihaknya juga tidak bisa memaksakan.

Dewanti menilai hal ini wajar, yang penting Pemkot Batu tetap sesuai aturan dan tidak menyulitkan dari segi administrasi.

"Yang penting proyeknya kan selesai. Makanya ini semua dinas pada ngelembur buat laporan. Jadi kalau proyek itu nggak bisa disamakan dengan dinas yang lain, seperti dinas sosial. Karena sekali anggaran digunakan sudah bisa dijadikan laporan," ungkapnya.

Reporter: Surya/Sany Eka Putri 

(Bambang Suryo Mengaku Kerap Diteror, Istri Ditelepon Orang Tak Dikenal hingga Rumah Dilempari Pot)

(Tolak Relokasi Eks PKL Mastrip ke Jl Dr Wahidin Blitar, Warga Lapor ke DPRD)

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved