Sweeping Buku Beraliran Kiri di Kediri, JIAD Jatim Nilai Itu Berlawanan Prinsip Syariah

Sweeping Buku Beraliran Kiri di Kediri, JIAD Jatim Nilai Itu Berlawanan Prinsip Syariah.

Sweeping Buku Beraliran Kiri di Kediri, JIAD Jatim Nilai Itu Berlawanan Prinsip Syariah
SURYA/SUTONO
Koordinator JIAD Jatim Aan Anshori. 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Aparat keamanan mengamankan ratusan judul buku yang dianggap beraliran kiri dari dua toko buku di Jalan Brawijaya, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Ratusan buku tersebut saat ini diamankan di Kantor Kesbanglinmas Kediri, Mapolres Kediri serta Makodim Kediri.

Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol Dwi Agung Sutrisno menjelaskan, buku-buku aliran kiri ini diduga mengandung ajaran dan paham komunisme.

Langkah aparat keamanan dikecam oleh kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Sepanjang Tahun 2018, Sebanyak 195 Nyawa Melayang di Jalan Raya Jombang

Setidaknya dikecam oleh LSM Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Jawa Timur.

Koordinator JIAD, Aan Anshori mengecam aksi sweeping tersebut karena bertolak belakang dengan semangat kemerdekaan intelektual.

Itu termasuk yang berkaitan dengan peristiwa 1948, 1965 dan setelahnya.

"Aksi pemberangusan juga berlawanan dengan prinsip syariah, yakni kewajiban agama untuk menjaga kemerdekaan berpikir (hifdz al-'aql)," tutur Aan Anshori di Jombang, Sabtu (29/12/2108).

Terdesak Kebutuhan, Penerima Bantuan PKH di Jombang Diduga Gadaikan KKS

Itu sebabnya, JIAD meminta aparat hukum dan militer untuk menghentikan fobia-komunisme yang nantinya bisa menimbulkan kegaduhan politik yang kontraproduktif bagi semangat reformasi.

"Kemudian kami juga meminta kepada semua pihak agar secara serius melindungi kemerdekaan dan kebebasan intelektual, bukan malah menyebarkan teror-psikologis," cetus Aan.

Halaman
12
Penulis: Sutono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved