Natal dan Tahun Baru

Polres Pamekasan Datangi Bengkel dan Toko Suku Cadang, Razia Kanlpot Brong

Polres Pamekasan, tidak hanya melarang lewat imbaun memasang sejumlah spanduk dan poster di beberapa titik jalan raya di Pamekasan.

Polres Pamekasan Datangi Bengkel dan Toko Suku Cadang, Razia Kanlpot Brong
muchsin/surya
Sepeda motor protolan yang digunakan untuk balapan liar, diamankan di halaman Polres Pamekasan. 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN – Mengantisipasi pemilik kendaraan roda dua melakukan modivikasi terhadap knalpot motor yang digunakan pada pergantian malam Tahun Baru 2019, Polres Pamekasan, tidak hanya melarang lewat imbaun memasang sejumlah spanduk dan poster di beberapa titik jalan raya di Pamekasan.

Namun kali ini, aparat Polres Pamekasan, mendatangi beberapa bengkel sepeda motor dan sejumlah toko suku cadang kendaraan bermotor di wilayah Pamekasan, Sabtu (29/12/2018).

Beberapa aparat itu dibagi mendatangi sejumlah bengkel dan toko suku cadang kendaraan bermotor, untuk memberikan pemahaman dan penjelasan agar pemilik bengkel tidak melayani masyarakat pemilik kendaraan roda dua yang ingin memodivikasi sepeda motornya dengan menggunakan knalpot brong.

Begitu juga imbauan aparat yang disampaikan kepada sejumlah toko suku cadang kendaraan bermotor, jika ada warga yang ingin membeli knalpot brong tidak dilayani dulu.

Sebab tidak menutup kemungkinan, kalau mereka membeli pada saat ini akan digunakan untuk konvoi sepeda motor memperingati pergantian Malam Tahun Baru dengan mengganti knalpot standar dengan knalpot brong.

Juventus vs Sampdoria, Kiper Keturunan Indonesia Bikin Repot Cristiano Ronaldo dan Nyonya Tua

5 Spot Foto Instagramable di Edu Wisata Selamat Pagi Madura Pamekasan

Kanit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Satlantas Polres Pamekasan, Ipda Sri Sugiarto, kepada Tribunjatim.com, mengatakan, biasanya setiap pergantian malam Tahun Baru, di antara warga ke jalan raya dengan konvoi sepeda motor dengan menggunakan aneka kostum.

Namun itu tidak masalah. Yang menjadi persoalan, mereka berkonvoi sepeda motor yang dikendarai dimoidivikasi. Tidak hanya roda standar yang diganti dengan roda kecil, yang membahayakan pengendaranya. Tapi juga mengganti knalpot brong dan klakson yang bukan peruntukannya.

“Kami minta kepada pemilik bengkel, tolong jangan sampai bapak melayani anak muda yang datang ke sini untuk memodivikasi kendaraan bermotornya. Bukan hanya mengganti knalpot brong, tapi mesinnya minta disetel untuk balap itu jangan mau. Ini demi keamanan, kenyamanan dan ketertiban masyarakat berlalu lintas di jalan raya,” ujar Ipda Sri Sugiarto kepada TribunJatim.com.

Dengan kedatangan aparat berikut penjelasannya itu, pemilik bengkel sepeda motor dan pemilik toko suku cadang kendaraan bermotor, memahami imbauan sekaligus peringatan dari aparat untuk menolak permintaan masyarakat.

Saat mendatangi toko suku cadang kendaraan bermotor itu, ada menyediakan knalpot brong. Saat itu petugas memberikan pengertian, pemilik tidak menjualnya. Pemilik jangan hanya semata-mata mengejar keuntungan, tapi juga memperhatikan dampak buruk yang ditimbulkan terhadap penggunaan knalpot brong.

“Tindakan warga memodivikasi kendaraan bermotornya menjadi tidak standar dinilai melanggar aturan dan tidak sesuai dengan keamanan berkendara. Kalau nanti ada yang nekat memodivikasi sepeda motornya, pastinya ditindak tegas,” tambah Ipda Sri Sugiarto kepada TribunJatim.com.(sin/TribunJatim.com).

Penulis: Muchsin Rasjid
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved