Sebanyak 22 Tumpeng Salak Jadi Rebutan pada Festival Grebek Salak Wedi di Bojonegoro

Masyarakat di Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, menggelar festival Grebek Salak Wedi, Minggu (30/12/2018)

Sebanyak 22 Tumpeng Salak Jadi Rebutan pada Festival Grebek Salak Wedi di Bojonegoro
SURYA.CO.ID/M SUDARSONO
Warga mengarak dan berebut tumpeng salak pada festival salak wedi di Bojonegoro 

Laporan Wartawan Surya, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Masyarakat di Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, menggelar festival Grebek Salak Wedi, Minggu (30/12/2018), sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebanyak 22 gundukan salak menyerupai tumpeng itu lebih dulu diarak keliling desa, sebelum akhirnya ludes diperebutkan warga secara gratis.

Menurut Ketua Panitia Festival Grebek Salak Wedi, Subhan mengatakan, acara ini merupakan bentuk syukur masyarakat kepada Tuhan yang maha esa, yang telah memberikan kesuburan tanah.

Sehingga buah salak yang ditanam di pekarangan warga bisa tumbuh subur dan berbuah lebat, serta memiliki rasa yang enak.

"Ini merupakan ungkapan rasa syukur, sehingga kita adakan festival Grebek Salak Wedi," Ujarnya.

Dia menjelaskan, hampir keseluruhan masyarakat Wedi ini menjadi petani salak, sehingga bisa meningkatkan perekonomian warga setempat.

Pangamanan Jelang Tahun Baru 2019, Awas Gunakan Knalpot Brong di Bojonegoro Kendaraan Akan Disita

Dari masing-masing tumpeng setinggi sekitar 5 meter yang diarak, setidaknya ada empat kuintal salak yang diperebutkan warga sekitar.

Tak heran sempat jadi desak-desakan juga, karena buah salak yang sudah diberi doa tersebut diyakini mengandung keberuntungan.

Bahkan, warga luar Bojonegoro juga ada yang datang untuk menyaksikan secara langsung.

"Kalo warga sini yang jadi petani salak ada sekitar 95 persen. Untuk salak yang diperebutkan total sekitar ada empat kuintal," Pungkasnya.

Warga Lamongan yang datang, Imron, menyatakan senang bisa mengikuti festival Grebek Grebek salak wedi ini.

Dia mengaku baru pertama datang, karena mendapat informasi dari seorang teman jika ada festival salak di Bojonegoro yang diperebutkan gratis.

"Baru pertama ini, senang bisa ikut rebutan," Tutupnya sambil menunjukkan salak yang didapat.

Diketahui, selain memperebutkan tumpeng salak, dalam acara tersebut juga menunjukkan hasil olahan buah berbiji tersebut. Olahan salak berupa jenang, wingko, sirup, dodol dan sejumlah olahan lainnya.

Penulis: M Sudarsono
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved