Masuk Musim Tanam, Petani Padi di Pamekasan Keluhkan Naiknya Harga Pupuk

Memasuki musim tanam, petani padi di Pamekasan meminta agar harga pupuk tidak dimainkan.

Masuk Musim Tanam, Petani Padi di Pamekasan Keluhkan Naiknya Harga Pupuk
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Petani padi di Desa Malangan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Senin (31/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Memasuki musim tanam, petani padi di Pamekasan meminta agar harga pupuk tidak dimainkan.

Hal ini terutama ditujukan kepada distributor, agen dan kios resmi di pasaran.

Pasalnya, mereka trauma setiap memasuki musim tanam, harga pupuk selalu naik.

Hal ini satu di antaranya dirasakan oleh petani bernama Junaidi (50).

Junaidi mengatakan, sudah menjadi 'tradisi' apabila memasuki musim tanam seperti ini harga pupuk melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Petani pun tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi tersebut.

Sebab, mereka membutuhkan amunisi untuk menyuburkan tanamannya.

PKL Dilarang Berjualan di Monumen Arek Lancor Pamekasan pada Malam Tahun Baru 2019

Ditemui TribunMadura (grup TribunJatim.com) Junaidi bersama segerombolan petani di kawasan area persawahan di Desa Malangan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan yang sedang menanam padi banyak mengeluh karena melonjaknya harga pupuk.

Junaidi mengeluhkan melonjaknya harga pupuk memasuki masa musim tanam.

Pihaknya menduga ada permainan harga yang dijual di kios, agen, maupun distributor.

Halaman
123
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ani Susanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved