Belum Ada Aturan, Polres Jombang Tak Bisa Larang Penjualan Knalpot Brong

Belum Ada Aturan, Polres Jombang Tak Bisa Larang Penjualan Knalpot Brong.

Belum Ada Aturan, Polres Jombang Tak Bisa Larang Penjualan Knalpot Brong
SURYA/SUTONO
Ratusan sepeda motor tak standar dan knalpot brong yang disita Polres Jombang. 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Malam pergantian tahun baru di Jombang biasa diwarnai konvoi kendaraan, selain kembang api dan doa bersama.

Khusus konvoi kendaraan bermotor, selalu dicegah oleh polisi, apalagi menggunakan knalpot brong yang mengganggu masyarakat sekitar.

Bisa juga memicu perkelahian antargeng motor.

Bahkan secara preventif, polisi melakukan sweeping terhadap motor berknalpot brong, menjelang tahun baru.

Sambut Tahun Baru, Pemprov Jatim Gelar Istighosah, Diikuti Ribuan Peserta dari Jombang hingga Kediri

Itu termasuk menyisir sejumlah toko maupun bengkel knalpot di Jombang dengan mengimbau agar tidak menjual kendaraan berknalpot racing.

Namun demikian, upaya preventif ini tak selalu berhasil, karena di malam pergantian tahun tadi malam, masih saja ditemui pengguna motor yang menggunakan knalpot brong.

Penertiban knalpot brong sendiri terlihat lemah secara hukum, karena penindakan hanya dilakukan kepada pengguna motor berknalpot brong.

Sedangkan pembuat, produsen maupun penjual lolos dari penindakan.

Jelang Tahun Baru 2019, Polres Jombang Sita Ratusan Motor Berknalpot Brong dan Modifikasi

Kasat Lantas Polres Jombang, Inggal Widya Perdana mengakui sejauh ini pihaknya tidak bisa melarang penjualan knalpot brong alias knalpot yang menyimpang dari standar pabrik.

Polisi, sambung Inggal, tidak bisa memberikan tindakan kepada penjual maupun pembuat knalpot brong, karena sejauh ini belum ada dasar yang mengatur keberadaan knalpot brong.

“Memang ini bentuk pelanggaran tapi tidak bisa melarang untuk dijual, karena peraturan tidak ada. Yang dari Kementerian Perdagangan dan Perindustrian itu sampai sekarang belum ada,” kata Inggal, Selasa (1/1/2019).

Karena itu, guna memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat, polisi paling jauh hanya mengimbau para penjual maupun produsen brong agar tidak menjualnya saat tahun baru.

Menurutnya, knalpot brong hanya dilarang digunakan pada perayaan tahun baru mengingat suara bisingnya yang dinilai menganggu ketertiban umum.

“Untuk produsen knalpot brong yang tidak sesuai, hanya kita imbau jangan dijual dulu, selama pengamanan tahun baru,” pungkasnya.

Penulis: Sutono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved