Natal dan Tahun Baru

Malam Tahun Baru, Pedagang Kopi di Eks PJKA Pamekasan Raup Untung Besar

Perayaan malam tahun baru pedagang kopi (PKL) di kawasan Eks PJKA Pamekasan mendatangkan keuntungan besar untuk sejumlah pedagang kaki lima

Malam Tahun Baru, Pedagang Kopi di Eks PJKA Pamekasan Raup Untung Besar
TRIBUNMADURA.COM/Kuswanto Ferdian
Keramaian para pengunjung di warung kopi (PKL) Eks PJKA Pamekasan pada malam tahun baru, Senin (31/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Perayaan malam tahun baru pedagang kopi (PKL) di kawasan Eks PJKA Pamekasan mendatangkan keuntungan besar.

Pasalnya banyak warga Pamekasan yang berkumpul bersama keluarganya menikmati momen pergantian tahun.

Yanto (37) menyatakan, sejak Senin sore warung kopi miliknya diserbu ribuan pengunjung yang ingin menghabiskan malam tahun baru di kawasan Eks PJKA tersebut.

Pria asal Desa Tlanakan itu mengaku, sejak libur Natal dan menjelang pergantian Tahun Baru 2019 kali ini, jumlah pembeli di warung kopinya meningkat drastis.

(Tidak Hanya Loris Arnaud, Manajemen Persebaya Juga Jajaki Komunikasi dengan Striker Asing Lain)

(Harapan Wali Kota Risma untuk Surabaya di Tahun 2019, Sebut Soal Anak-anak Juga)

"Alhamdulillah Tahun Baru kali ini pengunjung ramai. Apalagi hari ini, Alhamdulillah lah kopi sachet saya mau habis," ujarnya, Senin (31/12/2018).

Hal senada juga dialami Tuminah (45). Ibu dua anak asal Desa Teja Barat pendapatannya meningkat dua kali lipat dibandingkan hari libur biasa.

Menurut Tuminah, perayaan malam tahun baru kali ini membawa keberkahan untuk dirinya dan para pedagang di kawasan Eks PJKA lainnya.

"Kalau hari biasa keuntungannya mungkin hanya 50 persen dari modal yang di keluarkan. Kalau malam ini keuntungan meningkat menjadi 100 persen," bebernya.

(7 Makanan yang Wajib Ada saat Tahun Baru, Praktis dan Lezat, yang Mana Favorit Anda?)

(Harapan Wali Kota Risma untuk Surabaya di Tahun 2019, Sebut Soal Anak-anak Juga)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pamekasan, Amin Jabir menyatakan, selama perayaan malam tahun baru semua pedagang tidak diperkenankan menjajakan dagangannya di dalam kawasan Taman Monumen Arek Lancor, Pamekasan.

Pemkab Pamekasan sudah mengeluarkan surat edaran kepada penjual makanan dan minuman, serta suvenir untuk tidak berjualan di area Taman Monumen Arek Lancor.

"Semua kita pusatkan di area Eks PJKA Pamekasan. Petugas kita akan berkeliling memastikan tidak ada pedagang yang masuk ke dalam Taman Monumen Arek Lancor, jadi semuanya biar berjalan tertib dan Taman Monumen Arek Lancor harus steril dari kegiatan apapun sesuai dengan isi surat edaran yang dikeluarkan oleh Bupati Pamekasan," ujarnya.

Ia pun meminta seluruh pengunjung Taman Monumen Arek Lancor Pamekasan dapat menjaga ketertiban, kebersihan, serta kenyamanan para pengunjung.

"Misalnya pengunjung yang membawa makanan, kalau bisa makanannya itu dibawa di tempat yang tidak langsung buang. agar tidak meninggalkan sampah di area Eks PJKA dan Taman Monumen Arek Lancor. Untuk para pedagang kopi yang berjualan di Eka PJKA Pamekasan, saya minta untuk menjaga kenyamanan pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan," imbuhnya.

Reporter: TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian

(4 Shio yang Kurang Beruntung di Tahun 2019 menurut Ramalan Shio Tahun Babi Tanah)

(Video Pesta Kembang Api Tahun Baru 2019 di Berbagai Negara Asia, Intip Kemeriahan di Korea Utara)

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved