Tahun 2019, Perputaran Uang di Sektor Jasa dan Perdagangan Diprediksi Meningkat Hingga 51 Persen

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya memperkirakan perputaran uang di sektor jasa dan perdagangan tahun 2019 akan terus meningkat.

Tahun 2019, Perputaran Uang di Sektor Jasa dan Perdagangan Diprediksi Meningkat Hingga 51 Persen
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, Jamhadi. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya memperkirakan perputaran uang di sektor jasa dan perdagangan tahun 2019 akan terus meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Ketua Kadin Surabaya, Jamhadi menyebutkan, perputaran uang di kedua sektor tersebut trennya bisa meningkat tajam.

Hal ini jika dilihat dari kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) setidaknya akan mencapai 51 persen dari yang sekarang di kisaran angka 49 persen.

"Meningkat menjadi 51 persen di sektor jasa dan perdagangan itu faktor permicunya disebabkan oleh empat hal," terangnya di Surabaya, Senin (7/1/2019).

Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan Aspadin, Minta Regulasi Perizinan Penggunaan Sumber Air Dipermudah

Empat faktor yang dimaksud antara lain, fasilitas bisnis di Surabaya yang kian meningkat, pembangunan hotel serta fasilitas olahraga berkaliber internasional yang bertambah.

Lalu, kunjungan wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri hingga predikat kota global yang dimiliki Surabaya.

"Hanya saja sektor jasa dan perdagangan ini tinggal barangnya apa nanti dan inilah yang perlu didiskusikan lagi," ujarnya.

Jamhadi menambahkan, sejauh ini perputaran uang secara nasional tercatat kurang lebih sekitar 38 triliun per harinya.

Distributor Penyedia Peralatan Industri Teknik dan Komersial Dukung Revolusi Industri 4.0

"Kontribusi Jatim sendiri sekitar 17 persen artinya tidak kurang dari 6,5 triliun per hari, sedangkan Surabaya sekitar 2 triliun tiap harinya di demand market," tambahnya.

Sebanyak 2 triliun tersebut, dipaparkan Jamhadi, berasal dari sektor jasa dan perdagangan sebanyak 49 persen.

Kemudian, sektor industri pengolahan, transportasi, perhubungan, dan telekomunikasi menyumbang sebesar 17 persen.

"Sedangkan di Jatim agak terbalik. Kontribusi pertamanya ialah industri pengolahan yang proporsinya 30 persen. Lalu, jasa dan perdagangannya 17 persen. Sektor pertanian 15 persen. Serta sisanya di sektor lain secara merata," imbuhnya.

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved