Tempat karaoke Ditutup, Pemandu Lagu di Pamekasan Beberkan Kisah Pekerjaannya dan Penghasilannya

Bupati Pemekasan Badrut Tamam secara mendadak menyegel sejumlah tempat karaoke di Kabupaten Pamekasan pada Selasa (01/02/2019).

Tempat karaoke Ditutup, Pemandu Lagu di Pamekasan Beberkan Kisah Pekerjaannya dan Penghasilannya
TRIBUNMADURA.COM/Kuswanto Ferdian
Pertemuan para pemandu lagu dan pemilik usaha karaoke di Ballroom Lestauran Putri, Pamekasan, Minggu (6/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Bupati Pemekasan Badrut Tamam secara mendadak menyegel sejumlah tempat karaoke di Kabupaten Pamekasan pada Selasa (01/02/2019).

Banyak pemandu lagu yang terkena imbasnya, mereka harus merelakan  tempat kerjanya disegel Pemkab Pamekasan.

Vika (35) salah satu pemandu lagu mengatakan, dirinya sangat menyayangkan dengan sikap Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Terlebih pemkab tidak memberi solusi apapun pasca tempat karaoke ditutup.

(PT Petrokimia Gresik (PG) group Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Tsunami Banten dan Lampung)

(Daftar Lengkap Pemenang Golden Globes 2019, Rami Malek Bohemian Rhapsody Sabet Gelar Aktor Terbaik)

Menurut Vika, apa yang dilakukan Bupati Pamekasan menunjukkan dia tidak punya rasa peduli kepada para pemandu lagu yang juga bagian dari masyarakat.

“Saya cuma tamatan SD mau kerja apa? Penghasilan saya hanya di tempat karaoke ini. Kalau ramai itu saya bisa dapat uang Rp 2 juta perharinya," ucap Vika.

"Tapi sejak disegel tempat karaoke ini, saya tidak punya penghasilan lagi. Apalagi harus bayar kos. Biaya hidup dan biaya perawatan juga," jelasnya kepada wartawan TribunMadura.com.

Hal itu dia sampaikan saat berkumpul bersama rekan-rekannya sesama pemandu lagu, pengusaha hiburan karaoke, penikmat musik, serta LSM di Ball Room Putri, Jalan P. Trunojoyo, Pamekasan. Minggu (06/01/2019).

(Artis Vanessa dan Avriellia Bisa Tersangka, Jika Polda Jatim Temukan Penghasilan Rutin Prostitusi)

(PT Petrokimia Gresik (PG) group Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Tsunami Banten dan Lampung)

Selain itu, vika mengaku menjadi tulang punggung, mengingat kedua orang tuanya sudah berusia di atas 68 tahun, dan sering keluar masuk Rumah Sakit.

Yuli (39), seorang pemandu lagu karaoke lainnya menuturkan, dirinya menjadi pemandu lagu supaya tidak terjerumus ke Prostitusi dan Narkoba.

Halaman
12
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved