Rumah Politik Jatim

Banyak Politisi dan Kepala Daerah Terjerat Korupsi, Hayono Isman: Mahar Politik Jadi Pangkal Korupsi

Caleg DPR RI Hayono Isman mengungkapkan banyak politisi atau kepala daerah yang melakukan korupsi.

Banyak Politisi dan Kepala Daerah Terjerat Korupsi, Hayono Isman: Mahar Politik Jadi Pangkal Korupsi
TRIBUNJATIM.COM
Calon Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur I dari Partai Nasdem, Hayono Isman. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Calon Anggota DPR RI dapil Jatim I nomor urut 1 dari Partai Nasdem, Hayono Isman mengungkapkan banyak politisi atau kepala daerah yang melakukan korupsi.

Satu di antaranya karena rekrutmen parpol masih menggunakan mahar.

"Mahar politik menjadi salah satu faktor maraknya korupsi. Melalui mahar yang semakin besar, maka faktor korupsi juga lebih besar," ujar Hayono Isman di Surabaya, Selasa (8/1/2019).

Cetak Generasi Mandiri, Hayono Isman Dorong Pemuda Berani Berwirausaha

38 Truk Bantuan Korban Tsunami Tersalurkan, Jeanette: Terima Kasih Warga Jatim Sudah Percaya Nasdem

Mantan Menpora era Kabinet Pembangunan VI itu menambahkan, masyarakat tidak akan mendapat pemimpin yang antikorupsi jika praktik mahar politik dan dana ilegal untuk mencalonkan diri masih terus berlangsung.

Oleh karena itu, dirinya berharap, kegiatan mahar politik harus dihentikan agar kader partai yang terpilih di legislatif ataupun eksekutif tidak berorientasi untuk meraup keuntungan pribadi saja, melainkan fokus melayani rakyat.

"Alhamdulillah, di Partai Nasdem tidak ada uang mahar bagi setiap kader partai. Kalau di partai-partai lain mungkin masih berlaku. Restorasi Partai Nasdem sangat cocok dengan misi saya untuk membangun perubahan kedaulatan rakyat," ungkapnya.

Dapat Sumbangan dari Anak Punk Pasuruan Lewat Nasdem Jatim, Plt Bupati Lampung Selatan Terharu

Hayono Isman akan Berdayakan Koperasi dan UMKM untuk Kurangi Pengangguran

Persebaya Surabaya Targetkan 26 Pemain untuk Arungi Musim Kompetisi Musim 2019

Menurut politisi senior yang juga Ketua Umum Kosgoro itu, fenomena uang mahar saat proses rekrutmen menyebabkan partai-partai politik kehilangan kemampuan untuk mengontrol kader-kadernya yang duduk di parlemen atau memimpin daerah.

Lebih lanjut, Hayono Isman mengatakan, maraknya tersangka kasus korupsi bukan kontribusi dari faktor tunggal, banyak faktor yang berkontribusi, di antaranya rekrutmen yang menggunakan praktik-praktik mahar politik.

"Saya merasakan dan apa yang saya dengar jumlah mahar 2018 bukan hanya paling besar, tapi saya lihat ada kenaikan berkali-kali lipat," pungkasnya.

Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved