Ditopang Sektor Pemerintah, AXI Raih Pertumbuhan Pendapatan Dua Kali Lipat Sepanjang 2018

transaksi digital PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) meraih pertumbuhan pendapatan sekitar dua kali lipat dan klien perusahaan empat kali lipat d

Ditopang Sektor Pemerintah, AXI Raih Pertumbuhan Pendapatan Dua Kali Lipat Sepanjang 2018
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Head Direct Channel East Region XL Axiata, Budi Wahyono (paling kiri), General Manager OPPO Surabaya, Evander Horyzon (kedua kiri), Direktur PT Puri Pariwara, Sonny Triandalarso (kedua kanan), dan Owner Apollo Gadget Store Irwan Harianto (paling kanan) di sela-sela Pameran New Year Sale, Selasa (8/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Transaksi digital dinilai dapat terus tumbuh di 2019 ini sejalan dengan transformasi digital yang kini gencar dilakukan.

Sepanjang 2018 lalu, transaksi digital PT Indonesia (AXI)'>Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) meraih pertumbuhan pendapatan sekitar dua kali lipat dan klien perusahaan empat kali lipat dari keseluruhan platform miliknya.

"Tahun lalu bisa dibilang sebagai bagian dari milestone kami dalam melakukan transformasi digital. Melalui kolaborasi dari berbagai platform, pertumbuhan kami terhitung 2014-2018 mencapai lebih dari 70 persen," terang Presiden Direktur PT Astragraphia Xprins Indonesia, Sahat Sihombing, Selasa (8/1/2019).

Pertumbuhan transaksi digital tersebut sebagian besar ditopang oleh sektor pemerintahan dengan porsi 70 persen dalam dua tahun terakhir, kemudian perkantoran disusul ritel.

"Secara total kami sudah memiliki lima layanan digital yang menaungi berbagai macam kebutuhan korporat dan pemerintah. Tahun ini, rencananya kami akan merilis beberapa produk digital baru lagi ke masyarakat," terangnya.

Sahat menjelaskan, faktor pemicu pertumbuhan transaksi digital tersebut satu di antaranya karena penetrasi internet yang kian merata ke seluruh wilayah Indonesia.

Berdasarkan data APJII 2018, tercatat pengguna internet di Indonesia telah mencapai 143,26 juta jiwa, di mana terdapat 54,68 persen penduduk Indonesia telah menikmati koneksi internet.

Smartphone Segmen Middle Diprediksi Masih Jadi Primadona di Tahun 2019

Dosen Psikologi Ubaya : Berharap Lembaga Pendidikan Mulai Adakan Pendidikan Seksualitas’

Deklarasikan Diri Dukung Jokowi- KH Maruf Amin, PBB Berharap Melaju Mulus di Pileg 2019

"Ini juga ditunjang dengan adanya kondisi pasar e-commerce Indonesia yang terus tumbuh. Bahkan, pasar e-commerce Indonesia di 2022 nanti diproyeksikan akan tumbuh menjadi Rp 808 triliun - Rp 955 triliun," jelasnya.

Untuk itu, tahun ini pihaknya akan tetap memfokuskan pada kebutuhan korporasi dan pemerintah melalui lima platformnya.

Antara lain Office Equipment & supplies (AxiQoe), Print & Document Outsourcing (PrintQoe & PrinterQoe), Courier Services (CourierQoe), serta Event Space Booking (SpotQoe).

"Khusus untuk sektor pemerintah, kami masih terus melakukan sosialisasi dan edukasi implementasi E-Katalog LKPP di berbagai provinsi. Ini dilakukan untuk mendukung good governance di setiap daerah," imbuhnya.

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved