Hidup Memperihatinkan dengan Dengan 4 Anak di Pamekasan, Darwis: Seandainya Boleh memohon

Darwis (50) warga Jalan Jembatan Baru, Gang 5, Keluruahan Jembatan Baru, Kabupaten Pamekasan tinggal di rumah yang tak layak selama puluhan tahun

Hidup Memperihatinkan dengan Dengan 4 Anak di Pamekasan, Darwis: Seandainya Boleh memohon
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO HERDIAN
Darwis bersama anaknya saat ditemui TribunMadura.com di rumahnya, Jalan Jembatan Baru, Gang 5, Keluruahan Jembatan Baru, Kabupaten Pamekasan, Senin (7/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Darwis (50) warga Jalan Jembatan Baru, Gang 5, Keluruahan Jembatan Baru, Kabupaten Pamekasan tinggal di rumah yang tak layak selama berpuluh-puluh tahun.

Saat Tribunmadura.com mengunjungi mereka, nampak kamar yang dihuni oleh Darwis dalam kondisi memprihatinkan.

Darwis harus tinggal di rumah sederhana itu bersama empat anaknya.

Kehidupan Darwis semakin tak menentu setelah terhitung enam tahun ditinggal istri tercintanya.

(Pemberkasan CPNS Dimulai, Pemohon SKCK di Polres Tulungagung Membludak)

(Tips Memilih Motif Henna Sesuai Bentuk Tangan dari Henna Artist Surabaya)

"Saya tinggal di rumah ini langganan banjir, dan itupun numpang di tanah milik tetangga yang peduli terhadap kehidupan saya. Ini bukan tanah saya.," terangnya, Senin (7/1/2019).

Darwis melanjutkan, bahwa empat anaknyatak jarang kerja serabutan untuk membantunya mencari nafkah.

"Saya kerja serabutan, yang penting ada yang nyuruh ya saya kerjakan. Sedangkan anak saya yang pertama kerja las listrik ikut temannya. Anak kedua dan ketiga juga kerja, ada yang jadi pembantu. cuma Mohammad Refi Mudarris yang belum kerja karena masih sekolah SD kelas III, sekarang tidak masuk sekolah," ujarnya.

Menurutnya, kadang anaknya sering tidak makan karena memang belum mendapat rezeki.

"Saya tidak masuk sekolah jaga rumah, dan sepatu saya sudah rusak," celoteh Refi sembari sesenggukan.

(Ajak Warga Kelurahan Jepara Surabaya Simulasi Kebakaran, PMK Surabaya Bentuk Tim Tanggap Darurat)

(Pemberkasan CPNS Dimulai, Pemohon SKCK di Polres Tulungagung Membludak)

Diakui oleh Darwis bahwa dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan apapun selama ia hidup di gubuknya.

"Saya belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah, seandainya saya boleh memohon saya punya keahlian menembel ban, tapi alatnya saya tidak punya. intinya saya butuh pekerjaan tetap," pintanya.

Kondisi rumah Darwis sudah tidak layak huni dan memprihatinkan.

Kamar rumah paling belakang berdekatan dengan dapur kamar mandi dan keranda mayat.

Terasa pengap karena ventilisasi hanya seadanya. Pintu masuk juga sempit.

Reporter: TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

(Lirik Lagu Im OK iKON yang Baru Dirilis, Kisahkan Perasaan Kesepian, Videonya Trending di YouTube)

(Ajak Warga Kelurahan Jepara Surabaya Simulasi Kebakaran, PMK Surabaya Bentuk Tim Tanggap Darurat)

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved