Kampung Ponpes As-Salafiyah Kota Pasuruan Mulai Pakai Bahan Bakar Gas Bumi

ESDM Ignasius Jonan meresmikan penggunaan jargas di kampung Jalan KH Abdul Hamid VIII 14, kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan

Kampung Ponpes As-Salafiyah Kota Pasuruan Mulai Pakai Bahan Bakar Gas Bumi
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa saat mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan saat melakukan pengawasan lapangan terhadap penyediaan dan pendistribusian BBM sehari sebelum hari raya Natal 2018 di Surabaya, Jawa Timur, Senin (24/12/2018) 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan penggunaan jaringan gas (jargas) di kampung Jalan KH Abdul Hamid VIII 14, kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Tepatnya di lingkungan Pondok Pesantren As-Salafiyah, yang diasuh KH Idris Hamid, Selasa (8/1/2018).

Dalam peresmian itu, Jonan mengatakan bila jargas ini pembangunannya dibiayai APBN. "Untuk total anggaran di tahun ini membangun 89.727 sambungan rumah jaringan gas. Tahun depan harapannya semua untuk anggaran mencukupi akan ditingkatkan kalau bisa beberapa ratusan hingga ribuan atau bahkan ide kami kalau ada anggaran 1 juta sambungan rumah untuk setahun," ungkap Ignasius Jonan kepada Tribunjatim.com.

Langkah ini penting dengan alasan jika dibandingkan dengan tabung gas, akan bisa hemat Rp 20.000 per bulan. Kemudian per tahun bisa mencapai Rp 240.000. Dibandingkan dengan elpiji tabung 3 kilogram, selalu tidak bisa hemat.

"Secara nasional baik elpiji 3 kilogram maupun 12 kilogram, dalam satu tahun jumlahnya mencapai 6,5 juta ton kadang-kadang lebih. Tahun lalu sampai 6,7 juta yang diproduksi di dalam negeri atau secara nasional sekitar 2 setengah juta sisanya impor, dengan dua setengah miliar dolar anggarannya," ungkap Ignasius Jonan kepada Tribunjatim.com.

Caleg Partai Bulan Bintang Surabaya, Sidoarjo dan Jatim Deklarasikan Diri Dukung Jokowi-Maruf Amin

Jane Shalimar Ungkap Momen Telepon Keluarga Vanessa Angel Pertama Kali, Sang Ayah: Mau Mati Mendadak

Vanessa Angel Terseret Kasus Dugaan Prostitusi Online, Kakek dan Neneknya Dilarang Nonton TV

Dengan adanya sambungan gas ini memang hanya hemat Rp 20.000 tetapi negara secara keseluruhan dengan mengurangi impor bisa menghemat devisa. Kemudian tabung gas 3 kilogram disubsidi pemerintah Rp 5.000 atau Rp 6.000.

Penghematan subsidi untuk setiap rumah tangga satu tahun negara menghemat subsidi. Sembilan hingga sepuluh tahun bisa kembali pada sambungan rumah bisa digunakan seumur hidup supaya kedepannya bisa meningkatkan penggunaan gas dalam negeri mengurangi impor yang bisa dihindari.

"Untuk tahun ini kami targetkan 1.200 dalam 2 tahun untuk kit (peralatan) bahan bakar gas bagi nelayan," pungkas Ignasius Jonan.

Sementara itu, untuk di wilayah Kota Pasuruan, merupakan sambungan rumah tangga pertama yang diresmikan di tahun 2019. "Tapi pembangunannya menggunakan anggaran tahun 2018 dan tepat waktu," jelas Alimuddin Baso, Direktur Perencanaan Dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM.
Dengan jumlah sambungan mencapai 6.314 sambungan rumah tangga (SR).

Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo, menambahkan, tahun 2018 di wilayahnya mendapat sambungan gas sebanyak 6.314 yang terbagi di delapan kelurahan di tiga kecamatan.

"Kemudian kota Pasuruan mendapat bantuan converter kit untuk nelayan 80 konter paket. Harapan kami agar kedepannya masih diberi kesempatan kembali untuk memperoleh program pemasangan sambutan gas rumah tangga karena masih ada sekitar 57.686 warga Kota Pasuruan yang sangat antusias untuk mendapatkan program jaringan untuk rumah tangga ini secara bertahap pada tahun yang akan datang," ungkap Raharto.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN sebagai pembangun sekaligus operator dari Jargas, proyek ini merupakan penugasan pemerintah terhadap ekspansi pelayanan gas bumi oleh PGN.

"Penambahan infrastruktur distribusi gas ini merupakan upaya bersama menciptakan ketahanan energi nasional. Tak hanya itu, lewat pembangunan jargas ini menunjukan keseriusan pemerintah dalam hal pembangunan ekonomi nasional," kata Gigih Prakoso, Direktur Utama PGN.

Jargas Kota Pasuruan itu akan melayani sebanyak 6.314 rumah tangga yang tersebar di beberapa kecamatan.
“Penggunaan gas untuk rumah tangga akan lebih efisien, sehingga secara jangka panjang akan menguatkan daya beli masyarakat,” tambah Gigih.

Sebagai tambahan, sejauh ini PGN telah melayani 55.001 pelanggan dimana 54.322 diantaranya adalah pelanggan segmen rumah tangga, 141 pelanggan komersial, 167 pelanggan industri jasa komersial, dan 471 pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik.

Pelayanan PGN ditopang dengan kehadiran infrastruktur di wilayah Distribusi Jawa Timur, dengan pipa sepanjang 1.075 km, serta 321,9 km jargas eksisting.(Sri Handi lestari/TribunJatim.com).

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved