Pemkot Surabaya Kewalahan Tagih Tunggakan Sewa Ratusan Penghuni Rusunawa

Dinas Pengelolaan Bangunan dan Aset Kota Surabaya kewalahan menagih tunggakan sekitar 200 KK penghuni Rusunawa Urip Sumoharjo Kota Surabaya.

Pemkot Surabaya Kewalahan Tagih Tunggakan Sewa Ratusan Penghuni Rusunawa
SURYA/SAMSUL HADI
Suasana di Rusunawa Kota Blitar di Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, Selasa (18/9/2018) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dinas Pengelolaan Bangunan dan Aset Kota Surabaya kewalahan menagih tunggakan sekitar 200 KK penghuni Rusunawa Urip Sumoharjo Kota Surabaya. Hingga saat ini, ratusan penghuni rusun milik Pemkot Surabaya itu tetap mokong tak mau membayar tagihan sewa.

Sejak 2017, para penghuni rusun itu menolak tidak mau membayar retribusi menempati Rusunawa. Bahkan pemkot kehilangan akal meski saat ini sudah menyewa kejaksaan untuk menagih tunggakan sewa rusun tersebut.

"Semua penghuni di setiap blok rusunawa Urip belum bayar. Padahal kami sudah minta tolong Kejaksaan Negeri Surabaya untuk urusan tunggakan sewa rusun ini," kata Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Aset Kota Surabaya, Maria Ekawati Rahayu kepada Tribunjatim.com, Selasa (8/1/2018).

Sejak 2018 kemarin, Pemkot melayangkan surat tagihan kepada setiap penghuni Rusunawa yang berlokasi di tengah kota tersebut. Pemkot memberlakukan Perda 3/2013 tentang pemakaian kekayaan daerah. Perda ini pembaharuan Perda lama 30/2010.

Setiap warga penghuni Rusunawa itu wajib membayar retribusi Rp 105.000 per bulan. Besaran retribusi ini naik dari sebelumnya Rp 50.000 per bulan. Namun warga penghuni Rusunawa Urip menolak dan menunda pembayaran hingga saat ini.

Besaran retribusi itu untuk lantai 1. Lantia di atasnya Besarannya berbeda. Lebih murah. Total di Rusunawa Urip Sumoharjo ada empat lantai.

Yayuk, panggilan akrab Maria Ekawati Rahayu, menyampaikan bahwa hanya penghuni Rusunawa Urip Sumoharjo yang "mokong" menunggak sewa hingga jutaan rupiah. Besaran tunggakan setiap penghuni antara Rp 4 juta sampai Rp 11 juta.

"Selain Rusun Urip Sumoharjo, warganya sufah melunasi tunggakannya secata bertahap. Seharusnya kewajiban sebagai penghuni rusun, warga wajib membayar. Itu nilai yang wajar," kata Yayuk kepada Tribunjatim.com.

Rusunawa Urip berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya. Hanya berjarak sekitar 2 KM dari Balai Kota Surabaya. Mereka tergabung di RW 14 Kelutajan Embong Kaliasin.

Lokasinya persis di tepi jalan raya, belakang pusat Kuliner sentra PKL Urip Sumoharjo. Pantauan surya, Rusunawa empat lantai itu relatif ramai. Terdapat halaman di depan Rusunawa yang dipenuhi belasan mobil. Apakah mobil-mobil itu milik penghuni rusun, belum diketahui persis.

Halaman
123
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved