Tuntut Bupati Sumenep Realisasikan Janji Kampanye, Massa Bentrok Dengan Polisi

Komunitas Pemuda Anti Korupsi (Kompak) Sumenep, mendatangi kantor Bupati Sumenep, di Jalan Dr Cipto 35 Sumenep, Madura, Selasa (8/1/2019).

Tuntut Bupati Sumenep Realisasikan Janji Kampanye,  Massa Bentrok Dengan Polisi
moh Rivai/surya
orang massa yang mengaku berasal dari Komunitas Pemuda Anti Korupsi (Kompak) Sumenep, mendatangi kantor Bupati Sumenep, di Jalan Dr Cipto 35 Sumenep, Madura, Selasa (8/1/2019) dan dihadang petugas. 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Sedikitnya 100 orang massa yang mengaku berasal dari Komunitas Pemuda Anti Korupsi (Kompak) Sumenep, mendatangi kantor Bupati Sumenep, di Jalan Dr Cipto 35 Sumenep, Madura, Selasa (8/1/2019).

Mereka menuntut Bupati Busyro Karim dan Wakil Bupati Achmad Fauzi merealisasikan janji-janjinya pada saat kampanye pemilihan bupati 2015 lalu, tentang Menata Kota Bangun Desa. Karena mereka menilai sisa kepemimpinan duet Busyro - Fauzi yang tinggal dua tahun lagi janji-janjinya banyak tidak terwujud.

“ Kami datang menuntut janji-janji bupati saat kampanye dulu agar direalisasikan. Karena sepertinya hanya di kota saja yang gencar pembangunan, sedang infrastruktur di desa-desa tetap hancur,” teriak Moh Faik, Kordinator aksi, saat mengawali orasinya di depan kantor bupati.

Menurut Faik, infrastruktur seperti jalan, pengangguran, masyarakat miskin di desa-desa bukan terentaskan pada kepemimpinan Busyro - Fauzi, tetapi justru semakin bertambah. Fasilitas umum seperti jalan akses ke desa-desa saat ini sudah mulai hancur.

“ Sepertinya memang ada kesan bahwa masyarakat desa dimarginalkan dan terus dibiarkan terpuruk kehidupannya. Lalu, mana janji-janji saat dia mau jadi bupati dulu,” papar Faik.

Dikira Kabur, Tahanan dari Lapas Bojonegoro Ini Dibantar ke RS Karena Stroke Usai Senam Bersama

Adiknya Viral Dikabarkan Jadi Tukang Parkir, Billy Syahputra Ternyata Beri Uang Jajan Rp 7 Juta

BREAKING NEWS: 2 Muncikari Prostitusi Artis yang Libatkan Vanessa Angel Bakal Ungkap Pelanggannya

Usai orasi digelar, massa berusaha merangsek masuk ka kantor bupati, namun dihadap oleh ratusan aparat kepolisian yang memagarbetis pintu masuk kantor bupati. Bentrok antar aparat dan massa pun terjadi hingga nyaris adu pukul antara polisi dan massa.

Namun beberapa saat situasi berhasil dikendalikan. Perwakilan massa diizinkan masuk dan bertemu pejabat Pemkab Sumenep yang diwakili asisten pemerintahan, Carto MM.

“ Kita tampung semua masukan masyarakat, dan tentu saja karena kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati masih tinggal 2 tahun, maka tentu ini menjadi masukan untuk program kegiatan pembangunan mendatang,” tegas Carto kepada TribunJatim.com.

Usai bertemu dan setelah Asisten berjanji akan menyampaikan tuntutannya, massa KOMPAK kemudian membubarkan diri dengan pengawalan ketat aparat kepolisian Polres Sumenep.(riv/TribunJatim.com).

Penulis: Moh Rivai
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved