Tsunami Banten dan Lampung

BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santuan Sebesar Rp 9,65 Miliar ke Pekerja Korban Tsunami Selat Sunda

BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santuan Sebesar Rp 9,65 miliar Pada Pekerja Korban Tsunami Selat Sunda.

BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santuan Sebesar Rp 9,65 Miliar ke Pekerja Korban Tsunami Selat Sunda
TRIBUNJATIM/IST
Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif mengatakan saat menyerahkan santunan kepada ahli waris bencana Tsunami Selat Sunda, di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang, Banten, Rabu (9/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM - Tsunami Selat Sunda yang melanda wilayah Banten dan Lampung 22 Desember 2018 meninggalkan duka yang dalam di hati para korban dan keluarga. Salah satunya, dialami oleh keluarga Ocang. Almarhum yang pada saat tsunami menerjang di Tanjung lesung, sedang bertugas melakukan pekerjaannya selaku Engineering di Hotel Tanjung lesung, Banten.

Kisah menyentuh lainnya dialami oleh Ade Firman, yang berjuang antara hidup dan mati saat tergulung ombak tsunami, yang juga pada saat yang sama sedang melakukan pekerjaannya.

Akibat dari kejadian itu, dirinya menderita patah tulang dan luka luka di sekujur tubuhnya. Kejadian nahas ini, selain mengakibatkan dia cidera, juga menyebabkan terhentinya penghasilan untuk keluarga dan harus menunggu sampai kesehatan Bapak Ade pulih kembali agar bisa bekerja.

Optimalkan Layanan Via Aplikasi BPJSTKU, BPJS Ketenagakerjaan Tambah Beragam Fitur Mudahkan Peserta

Beruntung perlindungan BPJS Ketenagakerjaan hadir membantu para peserta korban tsunami, baik berupa santunan bagi ahli waris korban, dan juga dalam bentuk pelayanan di jaringan Rumah sakit Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) yang tersebar di seluruh Indonesia yang jumlahnya mencapai 7.981 unit PLKK.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif mengatakan, perawatan dan pengobatan akibat kecelakaan kerja ini diberikan tanpa adanya batasan plafon biaya pengobatan. Adanya fasilitas di PLKK ini sebagai jaminan pengobatan dan perawatan akan dilakukan sampai pasien dinyatakan sembuh.

“Agar selalu dipastikan, bahwa sesuai PP 44/2015, selama pekerja tidak dapat bekerja akibat suatu kejadian kecelakaan, maka BPJS Ketenagakerjaan menjamin upah pekerja tetap diterima oleh pekerja sebagai suatu penghasilan,“ ujarnya, saat penyerahan santunan kepada ahli waris di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang, Banten, Rabu (9/1/2019), sebagaimana siaran tertulis ke Tribunjatim.com.

Harga Rp 100 Juta, Bikin Tangan Bionik Robot Karena Kecelakaan Kerja Kini Gratis Dicover BPJS Naker

Setelahnya, rombongan Direktur Pelayanan kemudian melakukan kunjungan ke pasien korban bencana tsunami di RSUD Drajat, Serang, Banten.

Menurut Krishna Syarif, kekhawatiran terhadap pemenuhan kebutuhan hidup, biaya sekolah dan sebagainya tentunya memang menjadi permasalahan baru dalam keluarga selain kesedihan dan duka mendalam akibat meninggalnya kepala keluarga.

Untuk itu, pihaknya berupaya agar para peserta korban tsunami bisa cepat mendapat pelayanan. Sehingga, tidak sampai satu bulan dari kejadian, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan santunan kepada pekerja korban bencana tsunami Banten dan Lampung.

"Santunan yang telah disalurkan kepada sebanyak 23 orang dengan total pembayaran mencapai Rp 9,65 miliar. Terdiri atas santunan kematian, bantuan pemakaman, santunan berkala, santunan beasiswa dan tabungan JHT," terangnya.

Meninggal Saat 2 Minggu Kerja di Malaysia, TKI asal Ngawi Dapat Santunan Rp 85 Juta dari BPJS Naker

Sementara itu, secara nasional, jumlah total pengajuan klaim untuk tahun 2018 sebanyak 2,15 juta dengan nilai klaim mencapai Rp 24,05 triliun.

Khusus untuk kasus kecelakaan kerja, sepanjang tahun 2018 tercatat sebanyak 173 ribu pengajuan klaim dengan nilai klaim sebesar Rp 1,22 triliun.

Kata Krishna Syarif, bencana dan musibah yang terjadi sepanjang tahun 2018 merupakan hal yang perlu diperhatikan, terutama dari sisi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Ke depan, diharapkan perlindungan dan manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan semakin dapat dirasakan seluruh masyarakat pekerja di Indonesia.

"Saya berharap santunan yang kami sampaikan ini dapat mengurangi beban ahli waris serta dapat dijadikan modal awal untuk menata kembali kehidupan pasca musibah yang menimpa" tegasnya. (TribunJatim/Mujib Anwar)

Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved