Puluhan Warga di Gresik Terkena DB, Muspika Cerme Adakan Penyuluhan Kesehatan

Muspika dan petugas pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Cerme ikut memberikan penyuluhan tentang bahaya dan penanggulangan penyakit DB.

Puluhan Warga di Gresik Terkena DB, Muspika Cerme Adakan Penyuluhan Kesehatan
(surya/Sugiyono)
DB – Petugas kesehatan dari Muspika Cerme memberikan penyuluhan tentang mencegah penyakit DB, Rabu (9/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Musim hujan dikawatirkan banyak masyarakat yang terserang penyakit demam berdarah (DB).

Sehingga jajaran Muspika dan petugas pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Cerme ikut memberikan penyuluhan tentang bahaya dan penanggulangan penyakit DB.

Dari data yang disampaikan ada mulai November 2018 sampai dengan tanggal 8 Januari 2019 sekitar 30 orang yang harus manjalani perawatan di rumah sakit akibat terkena penyakit DB.

Hal tersebut menjadi perhatian khusus dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dengan bekerjasama dengan Puskesmas dan Koramil Cerme untuk mengadakan pencegahan kepada masyarakat agar tidak berjatuhan korban.

“Maka kita adakan penyuluhan kesehatan tentang deman berdarah bersama petugas kesehatan,” kata Danramil Cerme Kapten Inf. Mujianto dengan didampingi dr Budi Hariyanto kepada Tribunjatim.com, Rabu (9/1/2019).

Kapten Mujianto dalam kegiatan penyuluhan kesehatan tersebut juga menghimbau kepada masyarakat Desa Ngabetan agar tetap waspada dalam pencegahan dini. “Ini untuk menghindari dampak penyakit DB.

“Agar tidak meluas dan bertambah banyak, lebih baik membasmi jentik-jentik nyamuk dengan cara 3 M (menguras, menutup dan mengubur),” imbuhnya.

Billy Syahputra Dicurigai Pakai Baju KW, Label Harga Masih Menempel, Ruben Onsu Sebut Nominalnya

Sponsorship Munich X Butuh Dua Tahun Dekati Arema FC

Ramalan Zodiak Kamis, 10 Januari 2019: Scorpio Cari Lowongan, Aquarius Goyah, Aries Go Green

Hadir dalam kegiatan tersebut Babinsa Serka Suyatno, Bidan Desa, Perangkat Desa, para Kader Kesehatan Desa, Mahasiswa KKN dan warga masyarakat serta undangan.

dr Budi Hariyanto mengatakan bahwa penyebaran penyakit DB akibat gigitan nyamk aedes aegypti.

“Perlu diketahui penyakit demam berdarah ini diawali dengan gigitan nyamuk aedes aegypti yang memaksa 30 orang warga Desa Ngabetan opname. Dari 30 itu, 19 orang dinyatakan positif DB dari Desa Ngabetan dan sisanya dinyatakan positif dari Dusun Sukorejo,” kata dr Budi Hariyanto.

dr Budi menambahkan bahwa, wabah DB ini ada yang menimpa 3 orang dalam 1 keluarga. Dalam kejadian tersebut timbul dikarenakan gigitan nyamuk yang menimbulkan panas tinggi diseluruh tubuh dan mengakibatkan lemas badan. “Seorang yang terkenda penyakit DB harus segera dibawa ke rumah sakit untuk segera mendapat penanganan dokter,” katanya. (Sugiyono/TribunJatim.com).

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved