Dampak Bandara dan Exit Tol 2 Juta Orang Lewat Kota Kediri

Pemkot Kediri telah mempersiapkan langkah menyambut keberadaan exit tol dan bandara yang dibangun di wilayah Kabupaten Kediri.

Dampak Bandara dan Exit Tol 2 Juta Orang Lewat Kota Kediri
Surya/Sutono
Antrean panjang kendaraan terlihat pintu keluar Gerbang Tol Bandar, ruas Tol Jombang-Mojokerto (Jomo). 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pemkot Kediri telah mempersiapkan langkah menyambut keberadaan exit tol dan bandara yang dibangun di wilayah Kabupaten Kediri. Salah satu dampak dari exit tol dan bandara adalah kemacetan lalulintas.

"Kota Kediri sebagai hub menjadikan kota ini semakin padat. Pada pagi hari orang yang beredar di Kota Kediri mencapai 2 juta padahal penduduk di Kota Kediri sekitar 300.000," ungkap Abdullah Abu Bakar, Wali Kota Kediri pada diskusi “Menyongsong Jalan Tol dan Bandara untuk Masa Depan Transportasi Kota Kediri” di Warunk Upnormal, Kamis (10/1/2019).

Walikota memaparkan, posisi Kota Kediri sebagai pusat perdagangan dan jasa menjadikan kendaraan dari luar kota banyak yang beraktivitas di Kota Kediri.

Selain itu, Kota Kediri juga memiliki pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat yang bagus, menjadi pusat pendidikan, jasa dan perdagangan bagi daerah sekitar.

"Kita ingin mewujudkan keserasian dan keseimbangan antara kawasan pusat dengan pinggiran. Salah satu langkah yang kita ambil membuat layanan online di kelurahan. Jadi pelayanan bisa diakses di mana saja," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Cyber Crime di Kabupaten Malang Didominasi Kasus Penipuan Jual Beli Online

Muncikari Prostitusi Artis Dapat Komisi 15%, Saat Tawarkan Vanessa Angel Komisinya Sampai Rp 12 Juta

Fantastis, Transaksi Prostitusi Artis Mencapai Rp 2,8 Miliar

Sementara pengelolaan sektor transportasi terdapat tiga pola. Pertama pola membangun sistem, yakni membentuk sistem yang terencana, menyeluruh, terpadu dan berkelanjutan sesuai tata ruang dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Kedua, pola kolaborasi pendanaan yaitu mengkolaborasikan sumber-sumber pendanaan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dengan APBD Kota dalam rangka meningkatkan pelayanan sektor transportasi.

Ketiga, pola pemberdayaan masyarakat, pembangunan dan pengembangan sektor transportasi dilakukan dengan memberdayakan komunitas dan para pemangku kepentingan.
Sementara untuk mengurai kemacetan, Pemkot Kediri merumuskan beberapa langkah di antaranya ring road dalam kota, Jembatan Brawijaya, implementasi teknologi informasi, serta revisi RT RW Kota Kediri.

"Kita sudah merencanakan membangun ring road dalam kota namun ini harus lintas daerah dan lembaga. Yang sudah kita wujudkan pembangunan jembatan Brawijaya dan ATCS di Dinas Perhubungan Kota Kediri. Kita lakukan revisi RT RW untuk membuat jalan baru agar kemacetan di daerah Mrican terurai," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Diungkapkan, banyak masukan yang diberikan kepada Pemkot Kediri untuk transportasi dan kemacetan yang akan terjadi di Kota Kediri. Diskusi tidak hanya diikuti intern pejabat pemkot, namun juga melibatkan pakar dan instansi terkait lainnya.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved