Kilang Minyak Pertamina-Rosneft yang akan Dibangun di Jenu Tuban Diklaim Bisa Kurangi Impor

Kilang minyak Pertamina-Rosneft yang akan dibangun di Kecamatan Jenu Tuban diklaim bisa mengurangi impor atas kebutuhan minyak dalam negeri.

Kilang Minyak Pertamina-Rosneft yang akan Dibangun di Jenu Tuban Diklaim Bisa Kurangi Impor
SURYA/M SUDARSONO
Manager Communication dan CSR Marketing Operation Region (MOR) V, Rustam Aji saat memberikan jawaban atas perkembangan kilang minyak New Grass Root Refinery usai sosialisasi di Balai Kecamatan Jenu Tuban, Januari 2019. 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Kilang minyak Pertamina-Rosneft yang akan dibangun di Kecamatan Jenu Tuban diklaim bisa mengurangi impor atas kebutuhan minyak dalam negeri.

Namun saat ini, progres pembangunan kilang minyak masih mendapat penolakan keras dari warga desa yang akan ditempati.

Pada opsi lokasi pembangunan kilang minyak yang baru ini membutuhkan lahan sekitar 841 hektare, rinciannya lahan KLHK 348 hektare, dan lahan warga 493 hektare, meliputi Desa Wadung, Sumurgeneng, Kaliuntu, dan Rawasan.

Sedangkan di lahan sebelumnya di Desa Remen dan Mentoso membutuhkan lahan 548 hektare, rinciannya lahan KLHK 348 hektare, dan lahan warga sekitar 200 hektare lebih, namun tak kunjung selesai pembebasannya.

Awal Tahun 2019, Pemkab Tuban akan Mendata Tenaga Honorer

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon di Jalan Kota Bojonegoro Tumbang

Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) V, Rustam Aji mengatakan, jika kilang minyak beroperasi, maka bisa mengurangi kuota impor dalam negeri.

Saat ini, jumlah kebutuhan BBM dalam negeri mencapai 1,5 juta barel per hari, di antaranya didapat dari Impor.

"Ya sekarang jumlah BBM yang dibutuhkan 1,5 juta barel per hari," ujarnya dikonfirmasi, Kamis (10/1/2019).

Dia menjelaskan, dari jumlah total kebutuhan tersebut, sekitar 60 persen mampu dicukupi dalam negeri, sedangkan sisanya diperoleh dari impor.

Alasan Warga Tuban Tolak Pembangunan Kilang Minyak Pertamina Rosneft, di Antaranya Trauma Orba

Kilang Minyak Pertamina-Rosneft di Jenu TUban Molor dari Ketentuan, 2025 Dimungkinkan Produksi

Sebab, kilang minyak di Indonesia mampu memproduksi sekitar 1 juta barel per hari dari minyak mentah.

Namun, yang jadi BBM hanya sekitar 70-80 persen, sisanya jadi pelumas maupun bahan aspal.

Halaman
12
Penulis: M Sudarsono
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved