Menurut Riset Ahli, Orang yang Sering Berbuat Baik Lebih Rentan Depresi Ketimbang Orang Egois

Namun, menurut riset terbaru juga mendapati bahwa orang-orang yang baik hati dan sering berbuat baik ternyata juga lebih mudah depresi.

Menurut Riset Ahli, Orang yang Sering Berbuat Baik Lebih Rentan Depresi Ketimbang Orang Egois
ISTIMEWA
Ilustrasi Orang Baik atau Dermawan 

TRIBUNJATIM.COM - Berbuat baik kepada semua makhluk hidup merupakan keharusan.

Karena, berbuat baik dapat mendatangkan kebahagiaan bukan hanya pada orang lain, namun pada diri kita sendiri.

Meski berbuat baik tak selalu mendapat balasan baik, tak ada salahnya kita terus melakukan perbuatan terpuji agar lebih damai.

Namun, menurut riset terbaru juga mendapati bahwa orang-orang yang baik hati dan sering berbuat baik ternyata juga lebih mudah depresi.

Riset yang diterbitkan dalam jurnal Nature Human Behavior menemukan, orang-orang yang baik biasanya peka terhadap ketidakadilan dan ketimpangan.

Nah ketika mereka melihat adanya ketidakadilan, orang- orang baik cenderung lebih tertekan dibanding orang egois.

Gangguan Bipolar Bisa Diturunkan dari Orangtua ke Anak, Namun Karena Pola Asuh, Bukan Faktor Genetik

Riset ini dipimpin oleh Dr Masahiko Haruno dengan meneliti apakah pola pikir "pro-sosial" berkaitan dengan gejala klinis jangka panjang dari depresi.

Pola pikir "pro-sosial" dalam riset ini didefinisikan sebagai kesediaan untuk mengorbankan diri demi kesetaraan.

Riset diikuti oleh hampir 350 orang yang melakukan tes kepribadian untuk menentukan apakah mereka termasuk individu "pro-sosial" atau individualis.

Periset juga mengukur keinginan peserta untuk berbagai uang yang mereka miliki dengan orang yang kurang beruntung.

Halaman
123
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved