BBKSDA Jatim Pastikan Kondisi Burung Hasil Sitaan Aman dan Sehat

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim adakan konferensi pers terkait penanganan satwa burung hasil sitaan dari Jember.

BBKSDA Jatim Pastikan Kondisi Burung Hasil Sitaan Aman dan Sehat
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Burung-burung yang gagal diselundupkan Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya, Kamis (8/11/2018). 

Laporan wartawan TribunJatim. com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM, SIDOARJO - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim adakan konferensi pers terkait penanganan satwa burung hasil sitaan dari Jember.

Kepala BBKSDA,  Dr. Nandang Prihadi, S. Hut.,M.Sc mengatakan keadaan burung hasil sitaan tersebut dalam kondisi aman dan sehat.

"Meskipun sempat ada yang mati namun bukan disebabkan karena kelaparan tetapi faktor usia dan stress. Justru beberapa burung yang ada di Jember malah bertelur dan memiliki anak sehingga jumlahnya malah bertambah," jelasnya kepada TribunJatim.com, Jumat (11/01/2019).

Ia juga menjelaskan dalam menjaga barang bukti satwa burung tersebut juga memperhatikan prinsip Kesejahteraan Satwa (Animal Welfare).

"Selain mempertimbangkan prinsip tersebut dan mengingat keterbatasan kandang transit dan perawat satwa di BBKSDA Jatim. Maka sebagian besar burung tersebut ada yang ditaruh di unit penangkaran milik tersangka juga ada yang dititipkan di Eco Green Park Batu," terangnya kepada Tribunjatim.com.

Hansamu Yama Gabung Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman: Lini Belakang Sudah Komplet

Artis VA Diduga Terima Booking 15 Kali Dari Mucikari ES

Kasus Prostitusi Artis, Avriellia Shaqqila: Pemeriksaannya Biasa Aja Sih

Ia pun juga mengatakan bahwa tanggal 10 Januari 2019 petugas dari Kejaksaan Negeri Jember, Kabid KSDA Wilayah Jember dan dokter hewan dari Dinas Peternakan Jember juga telah melakukan pemeriksaan ke lokasi.

"Total kandang dan kubah yang ada di lokasi Jember sejumlah lebih dari 200 kandang dimana tiap kandang berisi 1 - 3 ekor burung," ujar Nandang kepada Tribunjatim.com.

Ia membeberkan, nanti ke depan nya ada beberapa poin penting yang dilakukan oleh BBKSDA Jatim terkait barang bukti satwa burung tersebut.

"1). Melakukan penguatan penjagaan dan pengawasan di lokasi penangkaran tersangka yaitu CV. Bintang Terang dengan menugaskan tenaga Polisi Hutan dan Aparatur Sipil Negara (Non Polisi Hutan) selama 24 jam.
2). Mengalokasikan anggaran biaya operasional pemeliharaan sementara selama 2 minggu ke depan terhitung 7 Januari 2019.
3). Melakukan koordinasi secara intensif dengan Kejari Jember terkait tindak lanjut ke depannya.  4). Mengidentifikasi lembaga konservasi yang bersedia dan menerima siap menerima titipan sementara khususnya kesiapan kandang, perawat satwa, dan pakan.
5). Kemungkinan lainnya adalah bekerjasama dengan WCS (Wildlife Conservation Society), JAAN (Jakarta Animal Aid Network), KKI (Komunitas Konservasi Indonesia) dan PPS (Pusat Penyelamatan Satwa) Cikananga dimana burung tersebut direhabilitasi untuk kemudian dikembalikan ke alam," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved