Di Tahun 2019, Banjir dan Kemacetan Masih Jadi PR Besar Bagi Pemerintah Kota Surabaya

Banjir dan kemacetan masih menjadi masalah yang dianggap belum teratasi di pemerintahan Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana.

Di Tahun 2019, Banjir dan Kemacetan Masih Jadi PR Besar Bagi Pemerintah Kota Surabaya
TRIBUNJATIM.COM/MAYANG ESSA
Caption : Kepadatan arus lalu lintas di Jalan Wonokromo - Darmo area KBS, Surabaya pada Jumat, (14/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Banjir dan kemacetan masih menjadi masalah yang dianggap belum teratasi di pemerintahan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan Wakil Wali Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana.

Dua masalah tersebut, masih menduduki peringkat atas yang dianggap butuh diselesaikan oleh Pemerintahan Kota (Pemkot) Surabaya ke depan, termasuk di tahun 2019.

Hal tersebut tercermin dari hasil survei Surabaya Survey Center (SSC) terkait PR yang harus diselesaikan oleh wali kota dan wakil wali kota Surabaya setelah Risma-Wisnu. 

Peneliti SSC, Elis Yusniawati mengatakan, survei dilakukan SSC di bulan Desember 2018 di 31 Kecamatan di Kota Surabaya.

Riset ini dilakukan dengan melibatkan 1000 responden melalui teknik stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih sebanyak 3.1 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

"Dari hasil riset kami sebanyak 20,5 persen responden memandang banjir dan macet perlu untuk diperhatikan bagi wali Kota Surabaya pasca (kepemimpinan) Bu Risma," kata Elis pada Surya (grup TribunJatim.com),  Jumat (11/9/2019).

Bonfet Soteria Milik Pemkot Surabaya Dinilai Lamban Padamkan Api, Ini Rencananya

Sedangkan di urutan kedua, masalah yang juga dianggap PR untuk pemerintahan ke depan adalah pembangunan infrastruktur. 

Ada sebanyak 18,2 persen responden yang menganggap bahwa pembangunan infrastruktur perlu untuk menjadi fokus Pemkot Surabaya.

Infrastruktur ini, menurut responden, terutama jalan.

Tidak hanya itu, sektor kriminalitas pun, lanjut Elis, juga menjadi sorotan bagi responden.

Sebanyak 14.6 persen responden menganggap ini sebagai PR Pemkot Surabaya.

"Di posisi keempat, akses bantuan pendidikan dan pengobatan gratis dianggap 13,8 persen responden sebagai hal yang butuh perhatian. Lalu sebanyak 10 persen menyatakan perlu adanya perhatian di sektor lapangan kerja," tambah Elis.

Lanjutkan Proyek Pintu Air Petekan di 2019, Pemkot Surabaya Siapkan Anggaran Rp 42 Miliar

Uniknya, meskipun Kota Surabaya tersohor dengan tamannya yang cantik dan apik, dan juga tingkat kebersihan yang cukup baik di tengah kota,  dari data survey SSC, sebanyak 7,5 persen responden menganggap masalah kebersihan dan keindahan kota masih menjadi PR bagi Pemkot Surabaya.

Selain itu, masih ada 2,6 persen yang menjawab lain-lain dan 12,8 persen menjawab tidak tahu atau bahkan tidak menjawab.

"Artinya ini adalah masalah-masalah yang harus menjadi perhatian bagi calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya ke depan. Ini adalah PR, dimana warga Surabaya ingin agar bisa diselesaikan oleh pemerintahan selanjutnya," pungkas Elis (fz/fatimatuz zahroh).

Nelayan Kenjeran Surabaya Harapkan Alat Canggih WID di Taman Suroboyo Beri Informasi Lebih Lengkap

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Ani Susanti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved