DPRD Jatim Berharap Kemendari Tak Angkat Plt Gubernur Jawa Timur

Belum adanya jadwal resmi pelantilkan Gubernur Jawa Timur - Wakil Gubernur terpilih, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak, membuka ke

DPRD Jatim Berharap Kemendari Tak Angkat Plt Gubernur Jawa Timur
TribunJatim.com/ Hanif Manshuri
Khofifah Indar Parawansa saat hadir diacara deklari JKSN di Gedung Korpri jalan Kusuma Bangsa, Lamongan, Rabu (26/12/2018) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Belum adanya jadwal resmi pelantilkan Gubernur Jawa Timur - Wakil Gubernur terpilih, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak, membuka kemungkinan adanya penunjukkan Pelaksana Tugas (Plt) hingga Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Jatim. Meskipun demikian, DPRD Jatim berharap pejabat tersebut tak perlu dilakukan.

Untuk diketahui, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur saat ini, Soekarwo dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) akan purna jabatan pada 12 Februari 2018 mendatang. Selesainya jabatan orang pertama di Pemrov Jatim tersebut diharapkan dapat selesai dilantik penggantinya.

Ketua Komisi A DPRD Jatim, Freddy Poernomo mengatakan bahwa pemerintah pusat selaiknya segera melantik Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih yang telah ditetapkan sebagai pemenangan pilkada oleh KPU Jatim pada 25 Juli 2018 lalu.

”Tidak seharusnya ada Plh atau Pjs. Saat ini kan sudah ada Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih. Seharunya kan segera dilantik,” kata Freddy kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (11/1/2019).

Komisi yang membidangi urusan pemerintahan negeri ini ini hingga kini juga belum mendapat jadwal resmi dari Kemendagri. ”Informasinya, kami mendengar tanggal 12 Februari atau bersamaan dengan berhentinya Pakde Karwo (sapaan Soekarwo). Namun, itu sepertinya kabar burung,” kata Politisi Partai Golkar ini.

Kasus Prostitusi Artis, Avriellia Shaqqila: Pemeriksaannya Biasa Aja Sih

Artis VA Diduga Terima Booking 15 Kali Dari Mucikari ES

Lawan Hoaks, Hayono Isman Ajak Masyarakat Rajin Tabayyun

Hal senada dikatakan Wakil Ketua DPRD Jatim, Tjujuk Sunario. Menurut Tjujuk, Gubernur Jawa Timur yang baru telah ditunggu dengan banyak tugas. Di antaranya, melunasi janji-janji kampanye.
”Apalagi, belum banyak program kerja yang masuk dalam postur APBD Jatim di 2019 ini,” kata Tjujuk kepada Surya.co.id, Jumat (11/1/2019) dikonfirmasi terpisah.

Untuk mempersiapkan hal itu, Khofifah juga harus menyesuaikan program kerjanya dengan mengubah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jatim. ”DPRD Jatim membuka peluang bagi Ibu Khofifah untuk mengubah RPJMD Jatim lebih awal. Sekalipun, hanya sebagian,” kata politisi partai Gerindra ini.

”Bisa saja RPDJMD Jatim saat ini ada kemungkinan memiliki kesamaan dengan program yang dicanangkan Ibu Khofifah. Namun, ada juga yang belum tercantum. Baru yang tidak masuk, kita bisa lakukan penyesuaian dalam RPJMD,” urainya.

Sebelumnya, Tjujuk juga mengatakan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima informasi resmi terkait jadwal pelantilkan Gubernur Jawa Timur - Wakil Gubernur terpilih, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak. Sekalipun, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur saat ini, Soekarwo dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) akan purna jabatan pada 12 Februari 2018 mendatang.

Tjujuk mengatakan bahwa pihaknya baru mendapat informasi lisan dari pemerintah provinsi Jawa Timur terkait hal tersebut. Melalui rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Jatim pada 3 Januari 2019 silam, terungkap bahwa pelantikan akan dilakukan pada 14 Februari 2018.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved