Investasi Surabaya Terus Tumbuh, Target Capai Rp 43 Trilliun di tahun 2019

Iklim investasi di Kota Surabaya terus tumbuh. Di tahun 2018 pencapaian investasi di Kota Surabaya mencapai Rp 57,37 triliun.

Investasi Surabaya Terus Tumbuh,  Target Capai Rp 43 Trilliun di tahun 2019
TribunJatim.com/ Ahmad Zaimul Haq
Warga memadati Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya untuk antre mengurus berkas kependudukan di mall pelayanan publik di Siola, Kamis (21/6). Pengurusan akta kelahiran makin mudah, pendapatan Dispendukcapil meningkat 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Iklim investasi di Kota Surabaya terus tumbuh. Di tahun 2018 pencapaian investasi di Kota Surabaya mencapai Rp 57,37 triliun.

Jauh lebih besar dibanding dengan target investasi di tahun 2018 yang mematok angka Rp 41,58 trilliun.

Optimistis akan terus tumbuh dan diminati, Pemkot Surabaya menarget investasi di Kota Pahlawan tahun 2019 akan bisa mencapai angka Rp 43,65 trilliun. Pematokan angka tersebut optimis bisa diraih hingga akhir tahun 2019 mendatang.

“Kenaikan target tahun ini dihitung dari penambahan 5 persen dari target investasi Surabaya di tahun 2018. Kami yakin angka itu bisa terlampaui,” ucap Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Nanis Chairani, Selasa (8/1/2019).

Di Tahun 2019, Banjir dan Kemacetan Masih Jadi PR Besar Bagi Pemerintah Kota Surabaya

Nanis mengatakan sepanjang tahun 2018 iklim investasi di Surabaya memiliki tren positif dan naik. Jika dibandingkan tahun 2017, kenaikannya mencapai 18,31 persen.

Dari seluruh sektor penanaman modal yang dilakukan investor di Surabaya, yang paling besar adalah dari sektor non fasilitas atau jenis investasi yang tidak membutuhkan fasilitas impor.

Bahkan disampaikan Nanis, penerimaan dari penanaman modal asing terbilang kecil jika dibandingkan dengan penanaman modal non fasilitas.

Yang terinci dari capaian investasi Surabya yang Rp 57,37 trilliun untuk penerimanan dari penanaman modal asing (PMA) menyumbang hanya Rp 0,71 trilliun. “Kalau untuk PMA nyatanya memang tidak menyumbang banyak hanya Rp 0,71 trillun. Yang paling besar adalah dari Cina yang investasi di Surabaya senilai USD 17 juta,” kata Nanis.

Selain itu juga ada pihak asing yang menanamkan modal dengan sistem gabungan beberapa negara. Serta dari British Virgin Island. Sedangkan untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN), dikatakan Nanis adalah yang paling rendah hanya Rp 0,14 trilliun.

“Yang paling besar adalah dari sektor non fasilitas. Nilainya mencapai Rp 56,5 trilliun. Artinya kita tidak bergantung pada penanam modal asing. Melainkan di dalam kota Surabaya saja sudah banyak berinvestasi di sini,” kata Nanis.

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved