RSGM Layani Operasi Ortognatik Dirut Sebut Murni Untuk Perkembangan Pendidikan

Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Airlangga (Unair), secara resmi membuka pelayanan operasi ortognatik.

RSGM Layani Operasi Ortognatik Dirut Sebut Murni Untuk Perkembangan Pendidikan
Surya/samsul Arifin
Dirut Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Airlangga (Unair), Coen Pramono (kenakan batik), mengawasi salah satu pasien di ruang Konservasi Gigi, Jumat, (11/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Airlangga (Unair), secara resmi membuka pelayanan operasi ortognatik.

Meski baru pertama kali, direktur RSGM Coen Pramono telah lihai menangani operasi tersebut di luar RSGM. Tidak hanya itu, dia menegaskan selain untuk pelayanan publik operasi ini murni untuk pengembangan keilmuan.

“Karena dari pasien operasi bedah ortognatik ini bertujuan bukan untuk cari uang tapi untuk pengembangan keilmuan. Kami mempunyai program pendidikan dokter gigi spesialis bedah mulut dimana lulusannya nanti harus bisa mengerjakan operasi seperti ini,” terangnya, Jumat, (11/1/2019).

Dengan itu dia berharap dirinya dapat menurunkan ilmunya kepada mahasiswanya sehingga tidak punah.

“Harapan saya bahwa saya bisa menurunkan ilmu kepada mahasiswa sehingga ilmu ini tidak punah jadi Rp 100 juta itu bukan karena saya cari duit akan tetapi untuk biaya Operasi selama enam jam itu. Obat biusnya, suntikan asisinya makan pasiennya disini itu semua harus dibiayai dengan uang tarif itu,” ungkap Coen.

Layani Operasi Ortognatik, Dirut RSGM Berharap Ada Support Dari Asuransi

Jane Shalimar Tak Lagi Dampingi Vanessa Angel, Kini Ikut Kajian: 2 Hari Kemarin Terbuang Sia-sia

Adapun kasus paling banyak selama menangani pasien saat ini yaitu kasus gigi tertanam sedangkan kelainan rahang jarang sekali

“Paling mungkin dalam setahun mengoperasi tiga sampai empat pasien itu sudah luar biasa. Kasusnya sedikit, oleh karena itu yang mempelajarinya juga butuh waktu kalau di Eropa dan di Amerika sampai tiga empat kasus dalam seminggu,” bebernya.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved