Kejati Jatim Masih Petakan Pemilik Rekening Dana P2SEM, Sebut Pemilk Rekening Punya Aliran Dana Lain

Kejati Jatim Masih Petakan Pemilik Rekening Dana P2SEM, Sebut Pemilk Rekening Punya Aliran Dana Lain.

Kejati Jatim Masih Petakan Pemilik Rekening Dana P2SEM, Sebut Pemilk Rekening Punya Aliran Dana Lain
Youtube/ Surya TV
dr Bagoes Sotjipto saksi kunci kasus P2SEM di Jawa Timur semasa hidup 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyahdi mengatakan, Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) masih berupaya memetakan sejumlah barang bukti dan saksi yang memiliki rekening yang diduga berkaitan dengan kasus korupsi dana hibah Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM).

Hal tersebut disampaikan Didik kepada awak media saat dikonfirmasi terkait dengan jumlah rekening yang diperiksa oleh PPATK, Minggu (13/1/2019).

Pasalnya, hasil dari pemeriksaan PPATK, Didik menuturkan tak semuanya dari aliran dana P2SEM.

Kasus P2SEM akan Dibuka Lagi Awal Tahun 2019, Kejati Jatim: Yang Jelas Aliran Dana itu Ada

"Ada rekening lain juga, yang disebut dia (PPATK)," tandas Didik, Minggu (13/1/2019).

Dalam pemberitaan sebelumnya, penyidik Kejati Jatim telah memegang keterangan saksi kunci dr Bagoes Soetjipto dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terkait kasus korupsi P2SEM sebelum meninggal dunia.

Nantinya, BAP itu akan digunakan untuk melengkapi alat bukti lainnya, salah satunya hasil audit dari PPATK.

Selain itu, kabar kematian dr Bagoes di Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo beberapa waktu lalu juga sempat membuat publik pesimis.

Kombinasi Audit PPATK dan Keterangan dr Bagoes, Kejati Jatim Segera Panggil Pemilik Rekening P2SEM

Publik khawatir perkembangan kasus itu akan terhambat, bahkan berhenti.

Pasalnya, semenjak dokter Bagoes ditangkap di negeri jiran, Malaysia sekitar Desember 2017 lalu, belum ada perkembangan berarti.

Selanjutnya, Kejaksaan mengendus adanya peruntukan dana hibah P2SEM yang tak sesuai.

Pada tahun 2009, Kejaksaan mulai mengusut kasus itu, bahkan puluhan penerima dana hibah juga ada yang dipidana, salah satunya adalah Ketua DPRD Jatim kala itu, almarhum Fathorrasjid.

Di sisi lain, untuk dr Bagoes, lantaran buron, ia disidang in absentia (tanpa kehadiran terdakwa) dan divonis bersalah.

Kemudian, suami dari Fany Setyawati itu menjalani masa pidananya di Lapas Porong hingga menghembuskan nafas terakhirnya.

Sampai saat ini, kasus itu dinilai khalayak belum tuntas.

Sebab, masyarakat menilai banyak pihak yang terlibat, namun belum terjamah hukum.

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved