Kembangkan Kasus Dana Hibah Jasmas, Kejari Tanjung Perak Periksa Belasan Ketua RT RW Se Surabaya

Kembangkan Kasus Dana Hibah Jasmas, Kejari Tanjung Perak Periksa Belasan Ketua RT RW Se Surabaya.

Kembangkan Kasus Dana Hibah Jasmas, Kejari Tanjung Perak Periksa Belasan Ketua RT RW Se Surabaya
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Agus Setiawan yang sudah ditetapkan sebagai Tersangka dugaan korupsi program Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) Pemkot Surabaya 2016, pada Kamis (1/11/2018) lalu. Saat ini Kejari Tanjung Perak kembangkan kasus ini lagi. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dugaan kasus korupsi dana hibah jaring aspirasi masyarakat (Jasmas) 2016 masih berlanjut.

Sejumlah saksi yang diperiksa pun beragam, mulai dari perwakilan Ketua RT/RW, sampai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya.

Lantas, seperti apa perkembangan penanganan kasus tersebut?

Data yang diperoleh TribunJatim.com di lapangan menyebutkan, penyidik Kejari Tanjung Perak dikabarkan telah memeriksa enam anggota DPRD Kota Surabaya terkait dugaan kasus korupsi dana hibah Jasmas 2016 itu.

Kejari Tanjung Perak Sebut Telah Kantongi Nama Pihak yang Terlibat Kasus Dugaan Korupsi Jasmas

Hal tersebut dibenarkan Kasipidsus Kejari Tanjung Perak, Dimaz Atmadi.

"Iya mas, kami sudah memeriksa kembali pekan ini," pungkas Dimas saat dihubungi TribunJatim.com melalui telepon seluler, Minggu (13/1/2019).

Namun, Dimaz tak menyebutkan secara detail berapa total anggota dewan yang diperiksa pihaknya.

Kendati demikian, Dimaz menuturkan bila pihaknya masih mendalami kasus itu.

Kasus Korupsi Dana Hibah Jasmas 2016, Kejari Tanjung Perak Telah Periksa Ratusan Ketua RT/RW

Dalam pemberitaan sebelumnya, kasus tersebut berawal atas dugaan penyimpangan dana hibah.

Ketika itu, penyimpangan dana diduga dilakukan dengan cara pengadaan barang.

Sejumlah pengadaan yang dikucurkan Pemkot Surabaya kala itu mulai meja, kursi sound system, sampai pengadaan terop.

Ternyata, dalam pelaksanaan pengadaan itu, diduga terjadi mark up (penggelembungan).

Ketika dikroscek, nyatanya kasus itu termasuk kasus yang cukup besar, bahkan penanganannya ditingkatkan ke penyidikan dengan berpegang pada surat perintah yang telah ditandatangani Kepala Kejari Tanjung Perak, Rachmad Supriady, dengan Nomor Print-01/0.5.42/Fd.1/02/2018 tertanggal 8 Februari 2018.

Kendati ditingkatkan ke level penyidikan, penanganan kasus Jasmas itu sifatnya masih penyidikan umum.

Lalu, Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Tanjung Perak juga belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi tahun 2017 kala itu.
--

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved