Dinkes Temukan Lima Kasus DBD di Kota Blitar pada Awal Januari Ini

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar mengimbau masyarakat waspada dengan penyebaran kasus demam berdarah dengeu (DBD) pada musim hujan ini.

Dinkes Temukan Lima Kasus DBD di Kota Blitar pada Awal Januari Ini
TRIBUNJATIM/DAVID YOHANES
Petugas Dinas Kesehatan melakukan pengasapan di Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar mengimbau masyarakat waspada dengan penyebaran kasus demam berdarah dengeu (DBD) pada musim hujan ini. Dinkes memperkirakan biasanya puncak penyebaran penyakit DBD terjadi pada Januari.

"Apalagi saat ini musim hujannya tidak tentu, kadang hujan kadang tidak. Kondisi seperti itu rawan menjadi penyebaran kasus DBD," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Blitar, Harni Setyorini, Senin (14/1/2019).

Dinkes mencatat selama awal Januari 2019 ini sudah menerima laporan lima kasus  DBD di Kota Blitar. Lima kasus DBD itu ditemukan di tiga kecamatan di Kota Blitar. Selain itu, Dinkes juga mendapat laporan kasus demam dengue sebanyak 14 kasus.

Kasus demam dengue itu merupakan tahapan menuju ke demam berdarah dengue. Warga yang terkena demam dengeu ini trombositnya di bawah 150.

"Awal Januari 2019 ini sudah ada lima kasus DBD dan 14 kasus demam dengue di Kota Blitar. Untuk itu, kami minta masyarakat waspada," ujar Harni kepada Tribunjatim.com.

Sule Ungkap Sosok Wanita Ini Tak Pernah Mau Diajak Semobil Bareng, Padahal Punya Mobil Mewah

Vanessa Angel Diduga Transaksi Prostitusi di Singapore, Jakarta dan Surabaya

Lirik Lagu Syukron Lillah, Single Terbaru Sabyan Gambus, Ceritakan Tentang Rasa Syukur pada Ilahi

Menurutnya, jumlah kasus DBD di Kota Blitar sendiri cenderung meningkat dua tahun belakangan ini. Pada 2017, Dinkes mencatat ada 104 kasus DBD. Dari total kasus itu, sebanyak tiga orang meninggal dunia.

Pada 2018 lalu, jumlah kasus DBD di Kota Blitar mengalami peningkatan. Dinkes mencatat ada laporan 146 kasus DBD di Kota Blitar pada 2018. Rata-rata pasien DBD masih kalangan pelajar usia 14 tahun sampai 15 tahun.

"Memang ada peningkatan 42 kasus DBD pada 2018. Mudah-mudahan untuk tahun ini jumlah kasusnya bisa ditekan," kata Harni kepada Tribunjatim.com.

Dia mengimbau agar masyarakat menggalakan program pemberantasan sarang nyamuk. Dinkes meminta masyarakat rutin membersihkan lingkungannya masing-masing.

"Kami mengajak masyarakat untuk kembali menggalakan program pemberantasan sarang nyamuk," katanya. (sha/TribunJatim.com).

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved