Rumah Politik Jatim

Djoko Santoso Sebut Kekayaan Alam Indonesia Sudah Bukan Milik Indonesia, Ketua TKD Jatim: Mengarang!

Ketua TKD Jatim Machfud Arifin bantah Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso. Sebuat pernyataan Djoko hanya mengarang tak beralasan.

Djoko Santoso Sebut Kekayaan Alam Indonesia Sudah Bukan Milik Indonesia, Ketua TKD Jatim: Mengarang!
SURYA/BOBBY CONSTANTINE KOLOWAY
Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso (tengah) bertemu generasi milenial yang tergabung dalam Generasi Milenial Indonesia (GMI) pada acara bertajuk ”Talk Selow Generasi Milenial” di Surabaya, Minggu (13/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin untuk Jatim, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin membantah pernyataan Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso yang mengatakan kekayaan alam dan sumber daya di Indonesia, saat ini tak lagi milik bangsa Indonesia.

Menurut Machfud, pernyataan tersebut sangat tidak beralasan dan sekadar mengarang.

"Freeport silih berganti presiden tidak bisa kita miliki, tapi saat Pak Jokowi memerintah bisa diambil alih 51 persen. Chevron diambil penuh oleh pertamina," kata Machfud, Senin (14/1/2019).

Djoko Santoso Sebut Indonesia Masuk Rezim VOC, Ketua TKD Jatim: Tak Ada Bukti, Cuma Cari Popularitas

Machfud Arifin juga menyinggung kabar yang tidak benar lainnya yang sempat disebarkan oleh kubu Djoko Santoso, yaitu isu banyaknya tenaga kerja asing (TKA) dari Tiongkok di Indonesia

"Mereka ya tidak mau kerja di sini, gajinya rendah. UMR Surabaya cuma Rp 3.5 juta belum lagi yang di Lamongan, Tuban, dan daerah lainnya yang lebih kecil. Di Tiongkok saja UMR nya Rp 9 juta," lanjut mantan Kapolda Jatim ini.

Pernyataan tersebut menurut Machfud Arifin sangat beda dari fakta karena nyatanya orang Indonesia lebih banyak yang kerja di Tiongkok, Hongkong dan Taiwan.

Djoko Sebut Prabowo Siap Mundur dari Pilpres Jika Ada Potensi Kecurangan, BPP Jatim: Ini Antisipatif

"Menurut saya itu memang pola kampanye yang mereka rencanakan. Makanya jangan biarkan Indonesia dipimpin orang tidak benar. Indonesia dengan 17 ribu lebih pulau dan banyak suku ini sangat bahaya kalau tidak ditata dan dikelola dengan betul," pungkasnya.

Seperti diketahui Djoko Santoso menyebut bangsa Indonesia saat ini seolah memasuki rezim Vereenigde Ostindische Compagnie (VOC) jilid dua.

Ia juga menuding bahwa kekayaan alam dengan sumber dayanya saat ini tak lagi milik bangsa Indonesia.

Hal itu dikatakan Djoko Santoso di hadapan anggota Gerakan Milenial Indonesia (GMI) Surabaya menggelar acara talkshow di Bober Cafe, Jalan Jemursari, Surabaya Minggu (13/1/2019) malam.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved